Gunung Merapi
foto: radar solo

batampos.co.id – Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta, sejak Sabtu (2/3) kembali mengeluarkan awan panas.

Hingga pukul 20.45 sudah terjadi sepuluh kali guguran awan panas. Meski demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) belum menaikkan statusnya.

Loading...

Pada pukul 20.45 guguran awan panas terlihat dari pos pemantauan. Jarak luncurnya mencapai 350 meter ke arah Kali Gendol. Status Gunung Merapi masih waspada. Selain itu  abu vulkanik sempat teramati hingga jarak sepuluh kilometer dari puncak.

”Sudah tidak terlihat lagi,” ucap Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), malam tadi.

Meski aktivitas Gunung Merapi meningkat, Hanik merasa hal ini tidak mengkhawatirkan. Statusnya pun tidak perlu diubah. Jarak aman pun menurutnya masih pada radius 3 km dari puncak.

“Warga sebaiknya beraktivitas dalam radius aman,” ujarnya.

Evaluasi status Gunung Merapi akan dilakukan lagi jika guhuran awan panas lebih dari jarak aman.

Menurutnya, Gunung Merapi masuk dalam pembentukan kubah lava. Berdasar data BPPTKG, hingga 28 Februari volume kubah mencapai 466 ribu meter kubik. Luas tersebut sama dengan prngamatan pada pekan sebelumnya.

”Karakternya Gunung Merapi itu dengan letusan efusif. Diawali dengan pembentukan kubah lava,” ujarnya.

Sedangkan guguran awan panas terjadi karena dorongan magma di kantong magma  dorongan ini bercampur dengan gas. Dia merasa belum ada peningkatan guguran awan panas secara signifikan.

”Kami pantau 24 jam penuh,” ujarnya.

Sementara itu, kepala desa Kepuharjo Heri Suprapto mengungkapkan hujan abu terjadi pukul 06.30. Intensitas hujan tipis dan terjadi dalam durasi waktu yang tidak lama. Fenomena alam ini tidak berdampak pada aktivitas warga Kepuharjo. Aktivitas wisata juga berjalan normal.

”Wisata tetap jalan tadi pagi sampai bunker Kaliadem. Untuk penambangan memang sempat berhenti tapi sudah lanjut lagi,” jelasnya.

Antisipasi aktivitas Gunung Merapi juga dilakukan oleh pengelola wisata. Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri menjamin wisata tetap aman dikunjungi. Pihaknya juga telah menyiapkan masker bagi penyewa jasa volcano tour.

Keamanan dibuktikan dengan antrean penyewa jip wisata. Dardiri menuturkan wisatawan telah mengantri dari pagi hari. Rata-rata pengunjung berasal dari luar Jogjakarta. Tujuannya sejumlah kawasan Merapi untuk melihat matahari terbit.

”Tadi malah ada yang dapat momen luncuran awan panas di bunker Kaliadem. Kami tetap melintas di titik yang aman. Tetap koordinasi dengan instansi terkait untuk aktivitas Merapi,” katanya.

Untuk mendapatkan informasi terbaru setiap driver dibekali radio frekuensi. Adapula alat komunikasi menggunakan aplikasi WhatsApp. Jika situasi tidak memungkinkan maka seluruh armada diminta menuju lokasi yang lebih aman.

”Kami juga menerangkan fase dari Merapi kepada wisatawan. Jadi edukasi agar tidak terkesan seram tentang erupsi,” katanya.(lyn/dwi/din)

Loading...