Senin, 6 April 2026

Kebun Jambu Marina Dibabat Habis Sebab ….

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / eusebius sara

batampos.co.id – Kawasan wisata terpadu Marina mulai kehilangan daya tarik sebagai tempat wisata ataupun rekreasi. Kebun jambu marina yang selama diminati wisatawan lokal ataupun manca negara, kini, sirna.

Kawasan kebun agrowisata ini berpindah tempat sehingga seluruh pohon jambu yang berada di seberang Harris Resort Marina Waterfront itu ditebang. Taman-taman sejuk yang ada dalam perkebunan tersebut kini berubah jadi tandus dan gersang.

Informasi yang didapat di lapangan, perkebunan jambu itu rencananya akan ditata ulang untuk dijadikan kebun binatang oleh pemilik lahan. Sementara perkebunan jambu berpindah tempat di dekat gerbang masuk Marina dari arah Tanjungriau.

Meskipun mengusung konsep yang sama, namun perkebunan jambu ini belum sesejuk dan secantik sebelumnya. Rimbunan pepohonan jambu belum terlihat sebab pohon jambu baru ditanam kembali.

“Butuh waktu setahun juga untuk bisa seperti yang dibawah dulu (kebun lama),” ujar Nurhali, petugas di kebun jambu yang baru, Senin (4/3/2019).

Untuk sementara perkebunan agrowisata ini mengandalkan hiburan lain untuk tetap menggaet minat pengunjung. Salah satunya adalah kuda dan becak sebagai fasilitas permainan di dalam perkebunan ini.

Kenapa pindah lokasi? Pengelola perkebunan agrowisata ini menuturkan, masa kontrak lahan dengan pemilik lahan telah selesai.

“Di bawah itu lahan perusahaan. Dilihat mungkin ramai selama ini makanya mereka mau bangun kebun binatang. Tempat baru ini punya Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sama sistem sewa pakai juga,” ujar Nurhali.

Aldi pekerja lain di lokasi perkebunan Marina menuturkan, semenjak kebun jambu Marina “digusur” jumlah pengunjung menurun drastis. Itu karena daya tarik kawasan perkebunan sudah tak ada lagi.

“Ini berbicara di perkebunan ya. Memang berkurang. Tak tahu kalau di pantai dan perhotelan. Dulu orang ramai karena ada ikonnya (pepohonan jambu). Sekarang memang berkurang pohon jambu masih kecil. Tunggu mungkin jambu-jambu yang baru ditanam ini besar kali baru ramai lagi,” katanya.

Indri seorang pengunjung menuturkan, hal yang sama. Perubahan lokasi dan hilangnya pohon jambu mengurangi minatnya untuk bertandang ke sana. Itu karena situasi perkebunan belum serimbun dan sesejuk sebelumnya.

“Orang cari yang bisa ngadem dan sejuk. Kalau begini agak susah apalagi bawa anak kasian panas-panasan,” ujarnya. (eja)

Update