Turis asal China berfoto bersama di Nongsa

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kini tak lagi mengandalkan sumber Pendapatan Asli Daerah dari sektor Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Seiring kemajuan pariwisata Kota Batam, sektor pajak andalan kini beralih pada pajak hotel dan restoran.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengungkapkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak mencapai Rp 147,3 miliar dari target Rp 1,35 triliun, atau sekitar 11 persen.

Adapun, capaian realisasi PAD paling besar bersumber dari Pajak Restoran sebesar Rp 18,48 miliar atau 16,5 persen dari target Rp 111,9 miliar. Selanjutnya, disusul Pajak Hotel sebesar Rp 22,3 miliar atau sebesar 16,02 persen dari target sebesar Rp 138,7 miliar.

”Secara realisasi, PAD dari pajak hotel dan restoran terlihat stabil,” ujar Azmansyah, Minggu (3/3).

Diakuinya, pajak hotel dan restoran merupakan sektor potensial dalam peningkatan efektivitas penerimaan pajak Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih, tingkat kunjungan wisata yang cukup tinggi juga dinilai berimbas positif terhadap naiknya pajak dari dua sektor tersebut.

Untuk pajak hiburan, terealisasi Rp 6,58 miliar atau sebesar 16 persen dari target Rp 40,9 miliar. Disusul Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) Rp 27,6 miliar atau 14,17 persen dari target Rp 195 miliar. Sedangkan Pajak BPHTB naik dibandingkan bulan lalu yakni Rp 46,85 miliar dari target Rp 380 miliar.

Sementara pajak lainnya yang masih rendah pencapaiannya ialah pajak mineral bukan logam yang baru Rp 128,5 juta atau 3,8 persen dari target Rp 3,36 miliar.

Selanjutnya, pajak parkir Rp 1,5 miliar dari target Rp 13 miliar dan PBB-P2 yang baru 3,74 persen atau Rp 6,1 miliar dari target Rp 165 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata menyambut baik naiknya capaian sektor pajak hotel dan restoran di Kota Batam. Menurutnya, kenaikan kunjungan wisatawan memang diharapkan punya efek domino, tak hanya untuk PAD Batam namun juga pergerakan ekonomi di masyarakat.

”Kita optimistis, ke depan jumlah wisatawan akan terus meningkat sehingga semua sektor dapat merasakan manfaat pembangunan infrastruktur Batam yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan pariwisata,” kata Ardiwinita, usai menyambut 896 wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok di Palm Spring, Nongsa, Minggu (3/3) malam.(rng)