batampos.co.id –  Para pendaftar berlomba-lomba mengakses sistem pendaftaran Ujian Tes Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBM PTN) di https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id sejak dibuka 1 Maret lalu. Sebab, mereka khawatir lokasi tes mereka jauh dari daerah tempat tinggal lantaran tempat tidak mencukupi.

Ketua Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya sudah menyiapkan pusat layanan tes yang cukup. Yakni, ada 73 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Setiap tempat dan tanggal itu ada 20 sesi. Masing-masing sesi juga sudah kami sampaikan kuotanya. Jadi, ya menyesuaikan saja,” terang Ravik saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), kemarin.


LTMPT memperkirakan UTBK SBM PTN akan diikuti sekitar 1,8 juta peserta.

“Saya kira dengan 73 pusat layanan tes itu cukup,” imbuhnya. DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar adalah kota-kota besar dengan kuota peserta terbanyak.

Univeristas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan Univeristas Pembangunan Nasional Veteran menjadi lokasi tes di Jakarta. Sedangkan, Surabaya akan digelar di Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh November. Sementara, kuota paling sedikit ada di Ambon, Maluku.

Yakni, Univeritas Pattimura dan Universitas Darussalam.Ravik mengatakan, peserta juga bebas memilih lokasi tes UTBK SBM PTN di luar daerah tempat tinggal. Misalnya, ada siswa asal Surabaya yang kebetulan sedang menghadiri acara keluarga di Denpasar, Bali.

“Boleh saja nanti tes di Denpasar. Sambil liburan setelah tes gitu ya boleh. Kami memberikan kemudahan sebetulnya,” kata Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta itu.
Selain itu, sistem pembayaran host-to-host ke bank mitra LTMPT juga menjadi masalah. Hari Sabtu (2/3) dan Minggu (3/3) sistem pendaftaran tutup sementara. Padahal, saat itu tercatat sekitar 90 ribu pendaftar yang sudah mencetak kartu peserta, Jumat (1/3) malam. Dan pembayaran harus dilakukan 1 x 24 jam setelah itu.

“Kami koordinasi dengan bank mitra dulu. Informasi selanjutnya akan kami sampaikan nanti,” ujar dia. Bagi siswa yang sudah mencetak kartu peserta namun belum membayar, lanjut Ravik, bisa melakukan log-in kembali untuk menyelesaikan pembayaran setelah sistem kembali dibuka hari ini.

Berdasarkan draf petunjuk teknis pembayaran hanya disediakan tiga pilihan bank. BNI, Bank Mandiri, dan BTN. Dari pilihan itu, BNI menyediakan fasilitas pembayaran paling banyak.

Bisa langsung melalui teller di bank, ATM, SMS banking (Syntax), SMS banking (Menu), Keagenan, mobile banking, dan internet banking.Sementara itu, pembayaran melalui Bank Mandiri dapat dilakukan dengan ATM, ATM bersama/Link/Prima, SMS Banking, internet banking, dan datang langsung ke teller. Sedangkan, BTN menyediakan fasilitas paling sedikit. Yakni, melalui ATM, internet banking mobile/web, dan loket bank BTN.

Untuk lebih lengkapnya, pendaftar bisa mengunduh draf petunjuk teknis pembayaran melalui https://ltmpt.ac.id/.

Kemudian, pilih menu “Biaya UTBK” di kolom sebelah kiri. Lanjut, klik “Tata Cara Pembayaran”. Dari situ pendaftar bisa memilik petunjuk teknis bank mitra mana yang diinginkan.

Ravik mengimbau agar peserta tidak terlalu panik. Pendaftaran UTBK SBM PTN gelombang 1 masih panjang hingga 24 Maret mendatang.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanaan yang ditimbulkan. Saya berharap para peserta bisa sabar dan tenang. Proses masih panjang,” tandasnya. (han)

Loading...