Selasa, 7 April 2026

Sepekan Tiga Warga Batuaji Terjangkit DBD

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Demam Berdarah Dangue (DBD) masih mewabah di Batuaji. Masih banyak masyarakat yang terjangkit penyakit akibat sengatan nyamuk aedes aegepty itu. Sepekan ini sedikitnya ada tiga anak yang harus dilarikan ke rumah sakit karena positif DBD.

Satu anak perempuan dari kelurahan Tanjunguncang dan hingga saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Batuaji. Dua anak lainnya dari perumahan Sierra kelurahan Bukit Tempayang. Satu diantaranya masih dirawat di rumah sakit umum daerah. (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

“Dua orang di tempat kami (perumahan Sierra). Satu orang masih dirawat sampai hari ini,” kata Febby, warga perumahan Sierra saat dijumpai di Puskesmas Batuaji, Senin (4/2).

Mewabahnya penyakit berbahaya ini diakui Febby karena lingkungan yang tak sehat. Selain kesadaran masyarakat yang masih minim akan pentingnya hidup sehat, kerusakan fasilitas penunjang perumahan juga menjadi penyumbang terbesar bagi mswabahnya DBD ini. Sistem drainase yang bermasalah misalkan terlalu kecil ataupun tersumbat menjadi sarang bagi nyamuk karena digenangi air sepanjang waktu.

“Di tempat kami drainase memang tak lancar jadi digenangi air terus. Bisa jadi itu yang menyebabkan DBD mewabah di sana,” ujar ibu dua anak itu.

Lingkungan yang tak sehat ini menjadi kekuatiran serius bagi masyarakat di sana. Jika sang buah hati demam atau panas, orangtua langsung panik dan segera dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas.

“Seperti saya hari ini. Panas anak saya tadi pagi makanya langsung ke sini. Alhamdulilah setelah diperiksa negatif. Anak saya demam biasa,” ujar Febby.

Pihak Puskesmas Batuaji saat dikonfirmasi mengakui penyakit DBD masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Batuaji saat ini. Masyarakat dihimbau untuk lebih peduli lagi dengan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

“Iya masih tinggi (DBD). Februari kemarin agak naik memang. Datanya saya tidak ingat pasti. Saya dan staff (pemegang data pasien) lagi di Dinas (Dinkes) mau bahas masalah ini juga. Memang harus diwaspadai semua lapisan masyarakat,” ujar Kepala Puskesmas Batuaji Fitriati

Untuk melawan penyebaran DBD ini, masyarakat harus aktif menjalankan program 3 M Plus yakni mengubur, menutup dan menguras wadah yang berpotensi digenangi air serta menggunakan alat pengamanan seperti lotion anti nyamuk dan kelambu saat tidur. (eja)

Update