
batampos.co.id – Perguruan Silat (PS) Walet Puti menggelar ujian kenaikan tingkat dan sabuk di Lapangan Kompleks Batu Permata, Minggu (3/3). Ujian kenaikan tingkat yang diperuntukkan bagi murid mulai sabuk putih ke kuning dan kuning ke hijau ini, diikuti sebanyak 105 murid PS Walet Puti.
Guru Besar PS Walet Puti Dadang Firmansyah mengatakan ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini adalah periode pertama tahun 2019. Dalam setahun ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini diselenggarakan sebanyak tiga kali.
”Kali ini adalah pertama diselenggarakan untuk catur wulan pertama. Diikuti sebanyak 105 murid Walet Puti dari 12 gelanggang se-Kota Batam,” jelasnya, Minggu (3/3).
Penanggung jawab PS Walet Puti Mohammad Toha Ratta menerangkan tujuan digelarnya ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini untuk mempererat silaturahmi murid dari gelanggang-gelanggang Walet Puti yang ada di Kota Batam. Selain itu juga dimaksudkan untuk ajang seleksi dan pencarian bibit unggul atlet PS Walet Puti untuk beragam kejuaraan.
”Seperti kejuaraan yang akan digelar dalam waktu dekat ini, kejuaraan Wasit Juri Cup se-Kepri. Juga kejuaraan di tingkat pelajar seperti O2SN,” papar Toha.
Dalam ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini, lanjut Toha, diujikan beberapa materi. Di antaranya ketahanan fisik dan kecakapan murid, seperti gerak dan tarung. Selain itu, juga diujikan pengetahuan mengenai pencak silat dan juga mengenai seputar Perguruan Silat Walet Puti.
Ia mengatakan dalam kejuaraan pencak silat nanti, Walet Puti akan menurunkan sejumlah atletnya. ”Kami akan turun di semua nomor yang diperlombakan. Terutama di kategori pra usia dini, usia dini, dan remaja,” tegasnya.
Toha berharap dengan digelarnya ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini akan meningkatkan akhlak dan perilaku murid Walet Puti menjadi lebih baik lagi. Ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini menurutnya akan meningkatkan motivasi murid Walet Puti.
”Karenanya dalam ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini juga diperebutkan gelar gerak terbaik, petarung terbaik, dan juga gelanggang terbaik,” sebutnya.
Adapun peraih gerak terbaik remaja diraih Andre dari Gelanggang PS Walet Puti LPI Nongsa, pra remaja Mahdi dari Griya Permai Sagulung, dan usia dini direbut Farel dari Gelanggang PS Walet Puti MKGR Batuaji. Sedangkan untuk tarung terbaik kategori usia dini diraih Bintang dari Gelanggang Amelia Batuaji, pra remaja Lattu dari Gelanggang Parisa Sagulung, serta Tino dari Gelanggang LPI Nongsa.
Sedangkan Bendahara PS Walet Puti Kota Batam Sri Widayanti mendukung penuh event rutin yang digelar tiga kali dalam setahun ini. Menurutnya ajang ini bisa menjadi cara penyaluran minat dan bakat generasi muda.
”Ini adalah kegiatan positif yang harus didukung penuh baik oleh orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan ini diprakarsai oleh para pemuda Walet Puti untuk menjadi ajang penyaluran minat dan kegiatan generasi muda. Ini adalah upaya untuk mencetak generasi muda Batam yang berprestasi di masa mendatang,” tuturnya.
Melalui ajang ini, Sri berharap murid PS Walet Puti tumbuh menjadi pemuda yang berestasi dan membawa nama baik daerah, bangsa, dan negara.
”Semoga ajang ini bisa mencetak pemuda yang berprestasi, berjiwa sportif, dan memiliki karakter yang berkualitas. Juga, agar lebih bersemangat dan tumbuh jiwa kompetisinya,” imbuhnya.
Selain ujian kenaikan tingkat dan sabuk, dalam waktu dekat Walet Puti juga akan menggelar kejuaraan gerak dan seni.
”Kejuaraan ini diperuntukkan bagi perguruan silat se-Batam dan Kepri. Sedianya akan diselenggaran di bulan April. Kejuaraan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para atlet silat Walet Puti. Mereka akan menunjukkan kemampuan sesungguhnya terutama dalam hal gerak dan seni,” sambung Dadang. (yan)
