Senin, 6 April 2026

Waspadai Perusahaan Pialang Ilegal

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Saat ini, perusahaan pialang (perantara dalam kegiatan jual beli) begitu banyak bermunculan di Indonesia. Bahkan keberadaannya merajai perdagangan Forex (Foreign Exchange) atau pertukaran valuta asing di Indonesia.

Sayangnya, banyak perusahaan pialang beroperasi tanpa mengantongi lisensi alias ilegal. Namun kehadirannya mampu membius trader (pedagang valas) untuk bergabung dengan berbagai iming-iming yang tak masuk akal.

“Selama ini banyak trader berpindah dari pialang berlisensi ke pialang ilegal. Kenapa? Karena pialang ilegal biasanya menerapkan biaya yang sangat rendah dan menawarkan bunga tinggi. Para trader ini tak sadar kalau mereka masuk ke pialang ilegal, dimana risikonya sangat besar,” kata CEO Global Investa Capital (GIC) Trade, Peter Tendean.

Peter menyebutkan, perusahaan pialang tersebut selain tidak berlisensi juga tak memiliki kantor. Sehingga jika terjadi apa-apa, maka para trader tidak tahu harus meminta pertanggung jawaban kemana.

Hadirnya GIC Trade, lanjutnya, ingin menekan agar para trader di Indonesia tak terjebak oleh aksi pialang ilegal.

“Target kami menarik trader dari pialang ilegal keluar dan bergabung ke pialang yang resmi dan berlisensi,” terangnya saat menggelar road show sekaligus memberikan materi tentang perusahaan pialang yang berlisensi di Batam, kemarin.

Dikatakannya, selain sudah diakui pemerintah, GIC Trade menerapkan bebas komisi dan spread yang rendah serta aktivitas trading tanpa swap.

“Inovasi perdagangan Forex ini kami akomodir dengan memberikan akses kepada kontributor untuk bisa memposisikan diri sebagai trader dan atau market maker,” ungkapnya lagi.

Bahkan menurutnya, jika efektif margin yang terdapat dalam akun kontributor mencukupi, para kontributor dapat memposisikan dirinya sebagai trader dan market maker dalam waktu bersamaan. Hal ini dapat digunakan sebagai salah satu bagian strategi perdagangan. Dimana secara otomatis akan tercipta peer to peer trading, karena kontributor yang berperan sebagai trader akan berhadapan, berinteraksi langsung dengan kontributor lain yang mengambil peran sebagai market maker.

GIC Trade sendiri menggelar road show di Batam yang merupakan kota ke-8 di Indonesia yang dikunjungi. Di Batam sendiri calon trader sangat antusias mengikuti rangkaian acara, ini terlihat dari keaktifan peserta.

“Untuk Kepri ada dua tempat, yakni Kota Batam dan sebelumnya di Kota Tanjungpinang,” terangnya.

Dari road show itu, sudah tergabung 3.000 trader, dan diprediksi akan terus tumbuh seiring kepercayaan publik makin baik kepada GIC Trade, khususnya pialang berizin, terlebih dengan adanya trading kontes dengan hadiah Rp 1,5 miliar di akhir Februari lalu. (gas)

Update