Minggu, 5 April 2026

Petani Lega Harga Sayur Kembali Stabil

Berita Terkait

Warga sedang belanja di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Petani sayur di Sagulung dan Batuaji kembali bernapas legah. Harga jual sayur yang sebelumnya anjlok mulai berangsur normal.

Harga sayur bayam yang sebelumnya turun hingga Rp 15.00 perkilogram kini naik jadi Rp 4 ribu. Begitu juga kangkung kini kembali stabil diangka Rp 6 ribu per kilo.

“Alhamdulilah mulai stabil. Kemarin (sepekan yang lalu) tak bisa apa-apa. Tak balik modal makanya sayur bayam dibabat (musnahkan),” ujar Tikno, petani sayur di Tembesi.

Pekan sebelumnya, petani sempat memusnahkan sayur bayam sebab harga jual tidak seimbang dengan modal ataupun tenaga yang dikeluarkan untuk menanam dan merawat bayam. Petani juga putus asa sebab sayur bayam tak laris di pasaran.

“Bayam ini tak bisa ditahan (masa panen), jadi mau tak mau harus babat, biar bisa tanam sayur yang lain. Kalau ditunggu sampai seminggu atau dua minggu lagi terlalu tua dan tak laku dijual,” ujar Suyono, petani sayur di Marina.

Situasi yang tidak menguntungkan ini kerap dialami oleh petani sayur. Tidak saja bayam, kangkung dan jenis sayuran lainnya juga memiliki masa untuk naik ataupun turun harga.

“Di sini tak tentu waktunya jadi susah prediksi. Kami asal tanam aja kalau beruntung ya saat panen harga jual mahal. Beda sama jagung misalkan saat lebaran atau tahun baru bisa diprediksi pasti naik harga,” kata Suyono.

Stabilnya harga sayuran ini disambut baik para petani. Merekapun berlomba-lomba menanam kembali berbagai jenis sayur diatas lahan yang sebelumnya ditanam bayam. Harapan agar harga sayur tetap stabil tidak kemahalan dan juga tidak terlampu murah.

“Kalau mahal kali kasian pembelinya. Harga yang sekarang ini sudah standar, petani tak rugi, wargapun tak terlalu keberatan,” ujar Suyono. (eja)

Update