Senin, 6 April 2026

Konversi Sampah Jadi Emas

Berita Terkait

Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam tahun ini ditargetkan bisa mengurangi capaian sampah dari rumah tangga sebanyak enam persen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kasi Pengurangan Sampah DLH Batam Rida mengatakan, setelah menggagas bank sampah yang sekarang sudah mencapai 200 nasabah. DLH bersama kader tengah mensosialisasikan penggunaan kantong yang berasal dari kerajinan tangan warga.

“Jadi, sekarang ibu-ibu itu kalau belanja ke pasar sudah pakai kantong sendiri dan bisa digunakan berulang kali,” kata dia, Selasa (5/3).

Pihaknya juga mendapat bantuan dari perusahaan berupa mesin jahit khusus untuk mengembangkan kerajinan dari sampah plastik ini.

“Alhamdulillah, kemarin ada 10 mesin jahit. Tiga unit sudah kami berikan kepada kelompoknya untuk dimanfaatkan mengolah plastik menjadi lebih bernilai. Seperti plastik bekas minyak kemasan,” bebernya.

Selain itu, pengurangan sampah plastik bernilai ekonomis terus dijalankan. Saat ini nasabah bank sampah bisa menabung sampah dan dikonversikan menjadi emas.

“Simpan sampah jadi emas. Ini kan emak-emak paling suka. Berapapun uang yang mereka dapat dari sampah ekonomis ini bisa langsung dikonnversikan ke emas,” ujarnya.

Rida menjelaskan program ini merupakan kerja sama dengan salah satu BUMN yang ada di Batam. Sejak dijalankan satu bulan lalu, niat ibu-ibu semakin besar untuk memilah sampah dari sumber atau rumah tangga.

“Semakin banyak yang ikut ini tentu semakin baik. Jadi, pengurangan sampah dari sumber bisa semakin baik,” jelas perempuan yang mengenakan kacamata ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, setiap bulan bank sampah berhasil mengumpulkan satu ton sampah plastik atau keresek dari sumber sampah. Meskipun ini belum memberikan dampak yang baik terhadap pengurangan penggunaan plastik, setidaknya perlahan sampah plastik ini bisa berkurang menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

“Sampah plastik kan tidak bisa hancur. Jadi, upaya yang bisa dilakukan yaitu mengurangi dari sumber dan itu bernilai ekonomis,” sebutnya.(yui)

Update