Minggu, 5 April 2026

Keterbatasan Komputer, SMKN 4 Gelar UNBK Tiga Sif

Berita Terkait

Siswa-siswi SMKN terlihat serius saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer mata pelajaran Bahasa Indonesia, senin (2/4/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 25 Maret mendatang. Khusus untuk SMK Negeri 4 Batam, penyelenggaraan UNBK akan dilaksanakan tiga sif.

Kepala SMKN 4 Batam Ahmad Tahir menyebutkan ada 433 siswanya yang akan mengikuti UNBK. Pelaksanaan UNBK digelar dalam tiga sif karena jumlah sarana pendukung belum bisa mengakomodir pelajar dalam satu kali pelaksanaan.

”Komputer dan laptop baru ada 167 unit. Jadi, jumlah ini tidak sesuai dengan total siswa yang ikut UNBK. Makanya kami bagi dalam tiga sif,” kata dia, Rabu (6/3).

Tahir mengatakan ada lima ruangan yang akan digunakan dalam pelaksanaan UNBK. Masing-masing ruangan terdiri dari 22-40 siswa, tergantung ketersediaan komputer di setiap ruangan tersebut.

Untuk kelancaran pelaksanaan UNBK pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Bright PLN untuk membantu agar tidak ada gangguan suplai listrik. Meskipun demikian, Tahir menambahkan pihaknya telah menyiagakan genset sebagai cadangan.

”Untuk jaga-jaga jika listrik nanti ada kendala. Jadi, siswa tetap bisa ujian dengan tenang,” ucap pria yang hampir tiga tahun bertugas ini.

Saat ujian berlangsung akan ada 15 orang pengawas dari sekolah lain yang akan menga-wasi jalannya ujian. Selain itu, proktor dan teknisi ujian juga siaga membantu hingga ujian selesai.

”Kami berharap tidak ada penundaan. Server aman dan tenaga teknis juga sudah ada ditugaskan nantinya. Jadi kalau peserta ada kesulitan soal login mereka yang bantu,” lanjutnya.

Untuk UNBK, Tahir mengungkapkan seluruh sarana dan prasana merupakan milik sekolah. Tidak ada meminjam dari orangtua siswa. ”Alhamdulillah, kami mandiri. Semua laptop dan komputer punya sekolah. Semoga ujian kali ini anak-anak bisa meraih nilai terbaik tentunya,” harapnya.

Kepala Dinas Pendididkan Kepri Muhammad Dali menga-takan untuk tingkat SMK, ada sekitar 46 sekolah yang akan melaksanakan ujian berbasis komputer. Sementara 11 sekolah lainnya masih menggunakan kertas dan pensil.

”Dari 46 sekolah ini ada tujuh sekolah yang menumpang di sekolah lain. Ya mungkin sekolah itu masih belum lengkap sarana dan prasarananya,” tambahnya.

Sementara jumlah peserta keseluruhan SMA dan SMK yang akan ikut ujian nasional di 2019 mencapai 12. 589 siswa. Ini terdiri dari 6.949 siswa SMA dan ada 5.640 siswa SMK.

”Jadi, cukup banyak. Batam ini jumlah peserta dan sekolahnya yang paling banyak di daftar peserta UN setiap tahunnya,” tutupnya. (yui)

Update