Sabtu, 11 April 2026

Jalan Sekupang Masuk Usulan Pelebaran

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah mengusulkan pelebaran Jalan Gajah Mada, Sekupang kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Jalan yang merupakan aset vital milik BP Batam ini, sangat penting karena satu-satunya akses jalan dari dan ke wilayah Sekupang, selain jalan dari arah Batuaji.

“Jalan tersebut merupakan aset BP Batam, namun pelak-sana konstruksinya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan dan Jembatan BP Batam Boy Zasmita, Kamis (7/3).

Jalan Gajah Mada merupakan satu-satunya jalan keluar dan masuk menuju Kecamatan Sekupang. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan yang terus meningkat, maka kemacetan pun sangat sering terjadi.

BP Batam, kata Boy, sudah mengusulkan agar jalan tersebut ditingkatkan karena merupakan akses vital bagi masyarakat Sekupang.

“Sudah ada perencanaan pelebaran. Tinggal dibicarakan ke PUPR saja,” tutupnya singkat.

Akses lewat Jalan Gajah Mada ini memang sering dikeluhkan karena semakin macet tiap harinya. Apalagi jika ada kendaraan seperti truk atau lori yang mogok, maka sudah bisa dipastikan kemacetan akan panjang sekali. Kendaraan berat memang mudah mengalami kemacetan, pasalnya kontur jalanannya yang menanjak memberikan tekanan pada mesin kenda-raan.

“Setiap pagi hari, khususnya hari Senin selalu macet panjang dari Tiban ke Simpang UIB. Karena banyak orang yang keluar sehingga jalanan macet sekali,” kata salah seorang pengguna jalan, Suhendra.

Ia mengaku mengalami sendiri kemacetan sejak dari Jem-batan Tiban Kampung. Butuh waktu sekitar 30 menit agar bisa mencapai POM bensin di Simpang UIB.

Pantauan Batam Pos, hampir seluruh sisi jalan dipenuhi kendaraan. Ditambah lagi, kendaraan berat seperti truk yang berjalan lambat membuat kemacetan semakin bertambah parah. “Memang selalu seperti itu, ada yang pergi kerja, ada yang pergi ke sekolah. Apalagi kalau ada truk atau lori yang mogok di tengah jalan, sudahlah pasti macet. Makanya pemerintah mungkin bisa lebarkan jalan di sini agar masyarakat menjadi nyaman,” ucapnya.

Jalan Rusak dan Bergelombang

Ruas Jalan R Suprapto, Sagulung banyak yang rusak dan bergelombang, sehingga sangat membahayakan pengendara, terutama di sepanjang jalan depan SP Plaza hingga Simpang Barelang.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Roni, yang setiap hari melintas di jalan tersebut mengatakan, beberapa titik sudah pernah ditambal tapi bergelombang.

“Jadi lebih bahaya. Apalagi jalan tersebut selalu ramai dan banyak kendaraan besar lewat dari sana,” kata warga Batuaji ini.

Dia menyebutkan, kerusakan jalan terparah terdapat di ruas jalan menuju SP Plaza sampai ke Simpang Barelang.

“Saya memang kalau ke arah Batam Center atau Nagoya, saya lewat sini. Dan lihat jalan rusak semakin bertambah,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Hendra, 34, warga Sagulung. Menurut dia, pemerintah harus segera memperbaiki ruas jalan itu sebelum memakan banyak korban jiwa. Sebab, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas hingga memakan korban jiwa.

“Harus ada perbaikan total. Kalau hanya ditambal, jalannya tidak rata, bergelombang,” terangnya.

Perbaikan Sepaket dengan Pelebaran Jalan

Jalan rusak terutama berlumbang ternyata masih banyak menghiasi sejumlah jalan protokol. Bahkan lubang berukuran besar dan dalam itu jadi “hantu” bagi pengendara. Seperti di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas. Sejumlah lubang dengan beragam ukuran menganga di sepanjang jalan itu, ditambah dengan jalan bergelombang dan tidak rata.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Air (DBM-SDA) Kota Batam, Yumasnur perbaikan ruas jalan berlubang di Batam sepaket dengan pelebaran jalan.

“Perbaikannya sekalian dengan pelebaran jalan. Kita memang berusaha untuk menyelesaikannya. Hanya saat ini masih dalam progres tahun ini tetap kita lanjutkan,” kata Yumansur saat dikonfirmasi, Kamis (7/3).

Jalan provinsi yang mengalami rusak parah, sambung Yumasnur, juga menjadi prioritas mereka. Seperti jalan Marina City, Batuaji pihaknya sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri untuk diperbaiki.

“Semua ruas jalan provinsi kita usulkan melalui Musrenbang Provinsi,” terangnya.

Untuk jalan Marina City sendiri, kata Yumasnur, meminta untuk tidak ditambal, melainkan dengan perbaikan keseluruhannya.

“Bukan ditambal, tapi memang diperbaikan fisik,” jelasnya lagi. (*)

Update