foto: beritagar

batampos.co.id – Kebakaran lahan di Natuna tak hanya merusak lingkungan, tapi juga merusak infrastruktur telekomunikasi. Seperti kebakaran lahan yang terjadi di Desa Cemaga beberapa hari lalu merusak kabel fiber optik palapa ring Barat (PRB) yang terbentang dari Pantai Penarik menuju Ranai.

”Kami minta masyarakat dapat mencegah kebakaran lahan yang belakang marak di Natuna. Sebab bisa merembet ke instalasi vital seperti kabel FO PRB rusak terbakar. Banyak pihak yang dirugikan,” ujar Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Sup-rapti, Kamis (7/3).

Kabel fiber optik yang sudah dibangun pemerintah sangat penting, untuk pelayanan telekomunikasi dan informasi. Upaya kesadaran dan rasa memiliki terhadap aset ini harus diba-ngun bersama masyarakat.


”Kepada aparatur kecamatan dan desa segera memberitahu­kan kepada masyarakat di area lintasan kawasan fiber optik tidak dibenarkan melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat kecamatan dan desa harus segera memberikan sosialisasi kepada masyarakat, pentingnya keberadaan kabel fiber optik ini. Supaya lintasan kabel ini tidak terancam gangguan, baik disengaja maupun tidak disengaja.

Kepala Dinas Kominfo Pem-kab Natuna Raja Darmika me-ngatakan berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, panjang kabel fiber optik yang terbakar sekitar 1.000 meter. Saat ini pihak PRB tengah mela­kukan pergantian dan perbaikan kerusakan.

Ke depan pihaknya mengharapkan pengurus NOC Palapa Ring Barat tetap proaktif berkoordinasi dengan peme-rintah daerah terutama upaya tindakan pencegahan kebakaran lahan di area lintasan fiber optik, agar tidak terulang.

”Kami juga berharap lin­tasan fiber optik ini dipa­sang rambu-rambu berupa larangan maupun imbauan kepada masyarakat sebagai media informasi dan langkah pencegahan untuk menghindari kebakaran ke depannya,” ujar Darmika. (arn)

Loading...