foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sejak tiket pesawat naik, membuat turunnya tingkat kedatangan wisatawan nusantara ke Kepri. Dari pengakuan beberapa pelaku pariwisata, bookingan paket perjalanan domestik dibatalkan hingga 65 persen.

“Padahal sebelumnya sudah deal, tapi dibatalkan karena tingginya harga tiket ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, Kamis (7/3/2019).

Efek naiknya harga tiket ini, tidak hanya dirasakan para agen travel saja. Tapi juga UKM-UKM yang menjual oleh-oleh. Buralimar mengatakan pendapatan pebisnis oleh-oleh turun hingga 30 persen.


“Hampir semua berdampak. Ke Kepri ini kan ada beberapa penerbangan langsung. Kebanyakan wisnusnya dari Jawa, dan kini telah berkurang yang datang,” ucapnya.

Ia mengatakan segala cara sudah dilakukan pelaku pariwisata, dinas pariwisata di Kepri.

“Kami sudah berkirim surat, sudah menyampaikan secara lisan. Tapi belum juga (tiket pesawat turun),” ungkap Buralimar.

Kini, tren wisnus dari Jawa tidak lagi menyambangi Kepri. Tapi lebih memilih berlibur ke Singapura atau Malaysia.

“Mau gimana lagi, tiket ke sana lebih murah. Dulu biasanya ke Kepri dulu. Jalan-jalan beberapa hari, lalu baru keluar dan balik ke Kepri lagi. Dan pulangnya dari Kepri, tapi sekarang ke Singapura dan Malaysia,” tuturnya.

Dari pembicaraan dengan beberapa pelaku pariwisata. Buralimar mengaku tercetus ide, untuk mendorong beberapa maskapai lain masuk ke Kepri seperti Air Asia. Masuknya maskapai seperti Air Asia, diyakini dapat menurunkan harga tiket.

“Adanya kompetitor baru, tentunya harga tiket dapat turun. Mereka akan bersaing. Hal ini juga sudah kami sampaikan secara lisan ke Kementrian Pariwisata,” ungkapnya. (ska)

Loading...