kapal

batampos.co.id – Warga yang tinggal di dekat kawasan industri galangan kapal di Tanjunguncang, Batam, kembali angkat suara terkait pencemaran lingkungan akibat limbah industri.

Salah satu yang disoroti masyarakat adalah maraknya limbah sludge oil atau limbah minyak dari kapal yang dibuang begitu saja, baik ke laut maupun daratan.

Praktik nakal seperti ini marak terjadi di sana dengan modus yang beragam. Salah satu modus yang disoroti warga adalah modus penimbunan limbah berbahaya di lahan kosong.

”Banyak yang begitu. Daripada bayar mahal-mahal untuk mengurus limbah industri, mereka pilih menimbunnya di lahan kosong,” kata warga Tanjunguncang, Indra, Kamis (7/3).

Batam Pos mencoba menelusuri titik-titik yang diduga menjadi lokasi penimbunan limbah di Tanjunguncang, Kamis (7/3). Di salah satu lahan kosong, Batam Pos mendapati lahan yang terlihat baru saja dikeruk. Sejumlah alat berat masih ada di sana. Lokasi ini juga dijaga beberapa petugas keamanan.Di lokasi terlihat ada beberapa drum bekas oli. Namun, wartawan dilarang masuk ke dalam lokasi yang diduga jadi tempat penimbunan limbah tersebut.

Informasi yang disampaikan warga sekitar, lahan tersebut milik salah satu perusahaan galangan kapal yang akan dijadikan gudang. Sebelum dirampungkan, pihak perusahaan sengaja menimbun limbah tadi ke dalam lahan yang sama.

”Sudah mau empat bulan ini mereka kerja tapi tak rampung-rampung. Ya itu tadi karena prosesnya bukan sekadar buat gudang tapi juga nimbun limbah,” kata Bobby, warga lain.

Selain menimbun limbah di lahan baru, sejumlah perusahaan galangan kapal juga diduga menimbun limbah di sekitar area perusahaan. Menurut warga, praktik tersebut tak terpantau pemerintah karena biasanya dilakukan saat malam hari. Menurut Roby, kegiatan ilegal ini cukup meresahkan warga. Mereka khawatir lingkungan akan tercemar oleh limbah tersebut.

”Kalau dampak jangan ditanya lagi. Sudah banyak masyarakat resah sebenarnya, tapi tak tahu harus lapor kemana. Cobalah tanya nelayan di sekitar sini, pasti mengeluh. Sudah tak sehat lingkungan dekat galangan ini,” kata Boby.

Sejumlah nelayan yang dijumpai di pelabuhan Sagulung mengakui lingkungan perairan Tanjunguncang sudah tak sehat lagi.(eja)