batampos.co.id – Hingga saat ini kualitas air bersih yang dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) Natuna belum maksimal. Air yang dihasilkan belum sepenuhnya bersih, teruma pada saat hujan, sering air yang sampai ke rumah pelanggan berwarna cokelat atau keruh.

Direktur PDAM Natuna Hendro mengakui kondisi air bersih yang dikelola PDAM saat ini belum sepenuhnya jernih. Untuk peningkatan kualitas air bersih tersebut, PDAM masih memerlukan infrastruktur dan sarana pengolahan yang optimal di instalalsi pengolahan air (IPA). Saat ini sarana dan prasarana milik PDAM masih belum memadai untuk peningkatan pelayanan kualitas air bersih.

Loading...

”PDAM masih keterbatasan bak penyaring dan masih banyak bangunan intake yang belum permanen, sekarang masih ada yang pakai karung pasir,” ungkapnya Jumat (8/3).

Dikatakan Hendro, PDAM sudah melakukan usulan setiap tahun kepada pemerintah, seperti peremajaan jaringan maupun pembangunan intake dan bak penampung. Namun, usulan PDAM belum direali-sasi. Hal ini mengakibatkan kualitas air bersih belum sepenuhnya memuaskan pelanggan.

”Baru tahun ini kami menerima informasi akan dibangun bak penyaring dari anggaran DAK melalui Dinas Perkim,” ujarnya.

Hendro mengatakan, sebelumnya PDAM mengusulkan kepada pemerintah daerah agar dibangun dua bak penya-ring yang akan difungsikan pada sumber air Bukit Berangin dan sumber air terjun Gunung Ranai. Jika bak penyaring ini ada, maka air yang dialirkan kepada konsumen lebih bersih.

Hendro berharap pemerintah daerah sudah seharusnya serius untuk memperhatikan sarana dan prasarana pendukung fungsi PDAM. Saat ini PDAM Tirta Nusa membutuhkan peremajaan pipa distribusi, intake yang permanen, serta prasarana penunjang lainya.

”Bak penyaring ini akan berfungsi saat musim hujan. Supaya air tidak keruh dan warna cokelat. Kalau hanya satu bak penyaring dibangun, tetap saja air berwarna cokelat,” ungkapnya. (arn)

Loading...