batampos.co.id – Maraknya balapan liar di sejumlah wilayah di Kota Batam sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, aksi balap liar yang kerap berlangsung setiap Sabtu malam atau jelang hari libur. Para pelaku tak segan-segan melakukan aksinya saat jalan sedang ramai.

Loading...

Para pembalap liar juga tidak menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm, bahkan ada yang sepeda motornya dimodifikasi dan tak sesuai dengan surat kendaraan. Bahkan, kecelakaan lalu lintas akibat adanya aksi balap liar sudah tak terhitung jumlah-nya.

Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, dalam upaya menertibkan balap liar ini, Polresta Barelang maupun polsek-polsek jajaran Polresta Barelang mengklaim sering melakukan upaya preventif atau pencegahan. Mulai dari menempatkan mobil patroli dan personel yang berseragam di lokasi rawan kegiatan balap liar tersebut maupun kegiatan lainnya.

”Kegiatan preventif ini juga sudah kita lakukan dengan menjadi inspektur upacara di sekolah. Sehingga baik murid maupun gurunya sendiri tahu bahaya balap liar ini. Sehingga nanti gurunya sama-sama ikut membantu kita dalam memberikan edukasi,” kata Firdaus.

Sosialisasi maupun imbauan ke sekolah-sekolah itu sudah terjadwal. Baik itu dilakukan oleh Bhabinkamtibmas, Kanit di polsek-polsek maupun para Kapolsek. Selain menyampaikan saat menjadi inspektur upacara, imbauan itu juga disampaikan saat ada pelajar berkumpul atau ada kegiatan pelajar.

Seperti diketahui, Sat Sabhara Polresta Barelang sudah sering melakukan penertiban balap liar tersebut. Berbagai hukuman mulai dari menahan kendaraan juga dilakukan oleh pihaknya. Tidak hanya kendaraan, para pembalap liar diberikan pembinaan agar tidak melakukan balapan liar di jalan raya.

”Kalau sudah ditilang, lalu sudah bayar denda dan kendaraan keluar lagi, mereka bermain lagi,” ujar Firdaus.

Sejauh ini, pihaknya sudah memetakan lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar. Mulai dari Batam Kota, yakni di daerah sekitar Kantor Pos Utama. Di sana, para pembalap liar mulai menjalankan aksinya pukul 21.00 WIB. Kemudian, di simpang Masjid Raya, mulai pukul 00.00 WIB ke atas. Kemudian, di Batuampar depan Kodim 0316 Batam dan di dekat PT Cladtek serta di depan Hotel Sydney yang biasanya mulai dari pukul 01.00 WIB ke atas.

”Itupun selalu kucing-kucingan kalau main. Semuanya masih melihat kondisi, kalau kita tidak ada, dia datang lagi. Karena ini spontanitas karena lewat, terus balik lagi. Begitu saja dia mainnya,” jelasnya.

Sebagai upaya dalam menertibkan balap liar tersebut, pihaknya sudah melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi balap liar. Tidak hanya Polri, penertiban balap liar ini juga dilakukan bersama-sama dengan pengambil kebijakan lainnya seperti aparat TNI, Satpol PP maupun Direktorat Pengamanan (Ditpam).

”Dengan stakeholder (pengambil kebijakan) lain kita berpatroli dengan skala besar. Kalau untuk Polresta Barelang rutin kita lakukan setiap malam minggu. Kalau untuk TNI dan Polri patroli melihat situasi dan kondisi. Dan mereka sendiri juga berpatroli masing-masing. Patroli sesuai dengan ke-satuan masing-masing,” ujarnya.

Dalam menindak balapan liar ini, Firdaus mengatakan bahwa untuk jumlah personel bervariasi. Sebab, sesuai dengan perintah dari Kapolresta Barelang Kombes Hengki, setiap malam minggu semua polsek wajib untuk mengantisipasi balapan liar.

Untuk personel yang dikerahkan tergantung dengan tingkat kerawanan di daerah tersebut. Mulai dari 10 sampai 15 orang personel di beberapa polsek jajaran Polresta Barelang. Sementara dari Polresta Barelang, tetap akan membantu secara keseluruhan dengan patroli motor.

”Kadang-kadang mereka sama kita kejar-kejaran. Kita tentu tidak akan melakukan suatu tindakan agresif terhadap mereka. Karena saat mere-ka lari, terus dilakukan pengejaran akan terjadi kecelakaan lalu lintas. Baik itu kepada mereka sendiri dan bisa juga kepada petugas,” tuturnya.(eggi)

Loading...