batampos.co.id – Konser Amal Musik Jazz Melayu berlangsung meriah di Ballroom Crown Vista Hotel, Minggu (10/3) malam. Pelaksanaan malam konser amal ini, semakin memperkuat Kota Batam sebagai panggung budaya Melayu.

Ketua panitia pelaksana Konser Amal Jazz Melayu, Umar Faruq mengatakan, Konser Amal Musik Jazz Melayu merupakan inisiatif dari dua kelompok pesantren di Batam yakni Alpancory NW di Mangsang dan Pondok Pesantren Nurut Taubah di Kabil. Konser ini merupakan kerja sama Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

“Disini pihak UPSI Tanjong Malim Malaysia menawarkan kami untuk menyumbangkan sebuah amal berupa konser amal oleh Fakulti Musim dan Persembahan UPSI,” kata Umar.


Pagelaran konser amal jazz Melayu ini, masih Gusfar, sejalan dengan visi Wali Kota Batam meningkatkan ekonomi melalui pariwisata.

“Selanjutnya, karena ini menyangkut soal budaya dan kemajuan bunda tanah Melayu khususnya kota Batam, maka pihak Batam Pos ikut memberi dukungan untuk mensosialisasikan adanya konser ini,” ujar pria asal Madura itu.

Pada konser ini, mantan Wali KOta Batam Nyat Kadir yang juga Ketua LAM Kota Batam membuka acara dengan menyumbangkan lagu Fatwa Pujangga. Adapun dana yang terkumpul pada pertunjukan ini, akan disumbangkan untuk membangun Pondok Pesantren Alpancory NW di Mangsang dan Pondok Pesantren Nurut Taubah.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Sepenuhnya akan disumbangkan kepada kedua pondok pesantren tersebut,” tambah pria yang juga kerap disapa Gusfar itu.

Ia juga berharap lewat konser amal ini dapat melestarikan adat istiadat serta kesenian bunda tanah Melayu. Pihaknya juga berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan sehingga mampu menarik wisatawan baik dari luar maupun dalam negeri berkunjung ke Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisatan (Disbudpar) Pemerintah Kota Batam, Ardi Winata memberikan apresiasi pelaksanaan Konser Amal Musik Jazz Melayu. Diakuinya, wisata atraksi termasuk salah satu dalam pengembangan destinasi wisata di Batam.

“Kita punya banyak even jazz yang baik seperti Bajavas yang akan digelar bulan November nanti. Kemudian ada juga Batam Jazz Sosiati dan selanjutnya kita dulu ada namanya Asean Jazz Festival dan akan kita coba hidupkan kembali lewat Musik Jazz Melayu,” kata mantan Humas Pemko itu.

Ardi mengakui, memberikan ruang untuk musik jazz melayu termasuk dalam dukungan terhadap sektor pariwisata di Kota Batam. Karena tidak dipungkiri, musik Jazz sendiri memiliki market yang sangat besar di Batam. Apalagi, Pemko tengah giat-giatnya membangun infrasturuktur untuk meingkatkan kunjungan pariwisata.

“Kita banyak even yang bagus, seperti hari musik dilaksanakan di Kota Batam dan ini yang akan kita kembangkan ke depan,” jelas Ardi.

Merujuk pada Perda pemajuan kebudayaan Melayu, pada pasal 3 ayat (2) sudah jelas bahwa kebudayaan Melayu menjadi payung bagi kebudayaan lain di Kota Batam, menaungin dan menjadi unsur perekat bagi kebudayaan-kebudayaan lain yang tumbuh dan berkembang di Kota Batam. Seiring pemajuan kebudayaan Melayu ini, maka pasal 72 ayat (1) menyatakan pemerintah daerah dapat memberikan insentif kepada setiap orang yang memberikan kontribusi dalam pemajuan kebudayaan Melayu.

“Itulah sebabanya, kenapa kami memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan malam konser amal musik jazz Melayu ini. Harapan kami, semoga ini menjadi even tahunan. Ke depan, kalau bisa dibuat terbuka out door,” harap Ardi. (rng)

Loading...