
batampos.co.id – Secara realistis, dampak tingginya harga tiket pesawat sangat merugikan masyarakat. Lalu bagaimana secara statistik? Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebutnya terjadi penurunan.
”Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Kepri pada Januari 2019 sebanyak 175.404 atau turun 16,94 persen dibanding Desember,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kepri Rahmad Iswanto, Sabtu (9/3).
Penurunan itu juga terjadi pada jumlah penumpang angkutan udara internasional yang berangkat. Totalnya mencapai 1.597 orang atau turun 0,93 persen dibanding bulan sebelumnya.
Hal yang sama juga dirasakan pada jumlah penumpang angkutan udara domestik yang masuk ke Kepri.
”Jumlah penumpang yang datang pada Januari 2019 sebanyak 212.914 orang atau turun 10,40 persen atau sebanyak 24.724 penumpang dibanding Desember 2018 yang sebanyak 237.638 orang,” ucapnya lagi.
Kenaikan tiket pesawat memang sangat memberatkan. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk mengatakan pelaku pariwisata sudah sangat keberatan dengan mahalnya tiket pesawat di penerbangan domestik. Turis harus mengeluarkan uang lebih banyak saat berwisata di Indonesia. Sehingga banyak yang membatalkan kunjungannya.
”Saya kira Menteri Perhubungan harus bisa selesaikan ini,” ungkapnya. (*)
