
batampos.co.id – Tempat Pembuatan Akhir (TPA) Belakangpadang terlihat sudah mulai padat. Diperkirakan hanya mampu bertahan tiga tahun lagi. Rencananya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akan meremajakan TPA tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozi, Sabtu (9/3) mengatakan, pihaknya akan mencoba menerapkan teknologi yang bisa memisahkan sampah organik dengan plastik.
“Jadi nanti kita pakai sistem mikroba. Sampah akan terpisah sendiri dan yang plastik bisa kita cacah,” jelasnya.
Di TPA yang memiliki luas 2.777 meter persegi ini juga akan ditempatkan satu alat pencacah yang saat ini berada di TPA Punggur.
“Ini merupakan upaya agar TPA bisa lebih baik kondisinya. dan daya tampungnya bisa lebih banyak dari saat ini. Kondisi yang saat ini belum full lah, tapi kami usahakan untuk meremajakan TPA,” ujarnya.
Herman menyebutkan rata-rata sampah yang berada di TPA merupakan sampah plastik. Untuk itu, keberadaan mesin pencacah ini diperlukan untuk mengurangi sampah plastik.
Sementata itu, Camat Belakangpadang Yudi Admaji mendukung langkah DLH untuk menurunkan mesin pencacah guna mengurangi sampah plastik di sana.
“Rencananya nanti sampah plastik dicacah dulu. Jadi lebih mudah saat di bawa ke Batam. Kan ada bank sampah juga jadi ini akan sangat membantu,” kata dia.
Yudi menyebutkan, saat ini ada 12 petugas kebersihan yang bertugas mengatasi permasalahan sampah warga.
“Yang paling sulit itu sampah di laut. Kalau di darat cukup teratasi. Dan saya berharap semua warga di sini untuk bisa menjaga kebersihan darat dan laut di Belakangpadang ini,” ungkapnya. (*)
