batampos.co.id – Ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Batam masih menunggu waktu perekaman biometrik yang merupakan syarat pe-ngajuan visa haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Meskipun, secara nasional jadwal perekaman mestinya dimulai Senin (11/3).
”Belum ada yang merekam hari ini (kemarin),” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Batam Zulkarnain, Senin (11/3).
Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat 577 JCH yang sudah diperbolehkan melunasi biaya haji. Itu artinya, semua JCH juga harus melakukan perekaman biometrik agar bisa mengajukan permohonan visa.
”Tahun lalu kan perekaman di Asrama Haji. Nah, untuk yang sekarang kami masih menunggu arahan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Kepri,” jelasnya.
Untuk proses perekaman biometrik ini, nantinya JCH tidak dikenakan biaya karena memang dikhususkan untuk JCH. Ia mengungkapkan, saat ini memang sudah dibuka layanan perekaman biometrik di VFS Tasheel ORC di Pelita atau di samping Kantor Pos Indonesia, Pelita.
”Yang umrah memang rekam biometriknya di sana. Untuk haji kami menunggu keputusan dari Kanwil dulu,” imbuh pria yang baru satu ming-gu bertugas ini.
Ia menyebutkan, pihaknya tengah menyiapkan nama-nama JCH yang akan melakukan perekaman biometrik tahun ini.
”Nama ini akan diserahkan sebelum perekaman berlangsung. Nanti JCH akan dihubungi dan ada jadwalnya juga, biar tidak bentrok dengan daerah lainnya,” jelas pria yang pernah menjadi tenaga pengajar ini.
Seorang petugas layanan perekaman biometrik VFS Tasheel ORC Batam, Nuraini Z mengatakan, hingga saat ini belum menerima pemberitahuan dari kantor pusat terkait dibukanya layanan tersebut. Biasanya, kata dia, bagian haji mengirimkan nama-nama JCH terlebih dahulu sebelum proses pe-rekaman dimulai.
”Mungkin mereka masih menunggu dari Kemenag juga soal datanya,” ujarnya. Ia menyebutkan, untuk pro-ses perekaman biometrik, JCH cukup membawa paspor dan e-KTP. Untuk biaya, hingga saat ini belum ada. Berbeda dengan calon jemaah umrah yang dikenakan biaya admi-nistrasi. ”Kalau tidak ada kendala, 15 menit proses perekaman biometrik selesai,” sebutnya.
Nuraini menambahkan, sistem biometrik ini langsung terhubung dengan Arab Saudi. Jika data cocok, visa haji bisa diproses. ”Ini juga untuk menghindari antrean di Tanah Suci, makanya JCH merekam biometriknya di embarkasi,” ujarnya.
Sebelumnya, sesuai jadwal dari Kementerian Agama RI, JCH sudah mulai melakukan perekaman biometrik mulai hari ini. Untuk JCH Kepri tahun ini berjumlah 1.200 jemaah, dan 577 di antaranya berasal dari Batam.
Saat ini, JCH juga sudah mulai melunasi sisa ongkos haji. Tahun ini, ongkos haji Embarkasi Batam masih sama dengan tahun lalu yaitu Rp 32 juta. JCH direncanakan mulai masuk Asrama Haji awal Juli mendatang. Jemaah Batam akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama, yakni kloter 19 dan 27.(yui)
