ilustrasi

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello menyatakan siap menerima dan memberikan fasilitas kepada investor industri pengolahan biji plastik, walau sebelumnya investasi di bidang ini tidak mendapatkan izin di Batam karena dikhawatirkan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.

Namun bukan tanpa syarat, Alias Wello mengaku mau menerima investasi itu jika pengusaha bersangkutan komitmen untuk memperhatikan dan ramah lingkungan.

“Selagi pengolahan limbahnya diperhatikan, regulasi pemerintah tidak melarang dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, Lingga siap menampungnya,” kata Alias Wello kepada Batam Pos, Minggu (10/3) pagi.


Alias Wello mengaku sangat mengerti dengan Pemerintahan Kota Batam yang memikirkan jangka panjang. Di mana wilayah mereka padat penduduk dan pertumbuhannya yang tinggi.

Namun hal yang berbeda dengan Lingga, dirinya tidak memiliki alasan penolakan terkait investasi industri pengolahan biji plastik.

Terlebih Kabupaten Bunda Tanah Melayu masih memiliki wilayah yang sangat luas untuk menampung investasi baru.

“Bayangkan, Lingga punya 604 pulau dan penduduknya hanya 102 ribu jiwa dan baru mendiami 98 pulau. Dengan kata lain masih ada ratusan pulau kosong yang siap untuk menampung investasi apa saja,” ujarnya.

Dirinya mengaku mengaku telah mengalokasikan tiga kawasan industri strategis yang telah tertuang dalam amandemen Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lingga.

Ketiga kawasan industri tersebut, masing-masing, kawasan industri Sebayur seluas 3.000 hektare, kawasan industri Tanjung Kruing seluas 1.000 hektare dan kawasan industri Sungai Tenam seluas 160 hektare.

Pembukaan kawasan industri ini, sejalan dengan komitmen tahun ketiga pemerintahannya yakni akan meningkatkan sektor perekonomian masyarakat. Salah satunya mengundang investor untuk menanamkan modal di Lingga. (wsa)

Loading...