batampos.co.id – Kasus akun @Opposite6890 yang membongkar dugaan hoaks yang melibatkan institusi Polri terus bergulir. Polri mengklaim apa yang dibongkar akun @Opposite6890 adalah hoaks dan memastikan telah menaikkan status kasus tersebut ke penyidikan. Namun, belum diketahui apakah sudah ada tersangka atau belum.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, saat ini sudah naik ke penyidikan. ”Siapa pemilik akun itu masih pendalaman,” jelasnya.

Loading...

Ia memastikan pengembangan itu tidak hanya sampai ke pemilik akun. Namun, juga aktor intelektual di balik @Opposite6890.

”Masih berkembang,” jelasnya.

Apakah digital forensik bisa mematahkan apa yang dibongkar akun @Opposite6890 tersebut? Dia menuturkan nantinya akan ada pakar teknologi dan informasi yang akan menjelaskan terkait hal tersebut.

”Kalau kami fokus kasusnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Partnership for Advancing Democracy and Integrity (PADI) M. Zuhdan menuturkan, sebenarnya apa yang ingin diungkap akun @Opposite6890 itu merupa­kan trolling by state atau upaya sebuah lembaga negara untuk mengendalikan informasi publik.

”Bentuk trolling by state ini beragam,” jelasnya.

Di negara-negara Eropa upaya mengendalikan informasi publik oleh negara itu bisa digugat atau class action. Bahkan, sudah ada larangan dan pengawasan ketat terkait itu.(idr)

”Di Indonesia belum ada,” tuturnya. Menurutnya, yang ada di Indonesia hanya undang undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) yang subject hukumnya sebatas warga negara. Aparat negara tidak termasuk dalam undang undang itu.

”Itu inti masalahnya,” jelasnya.

Dia juga meminta agar Polri tidak buru-buru menyatakan apa yang dibongkar aku @Opposite6890 tersebut hoaks. Namun, perlu membuat tim independen yang melakukan investigasi secara teknologi informasi.

”Sehingga, bila tidak benar informasi itu, semua menjadi yakin,” ujarnya.

Sementara itu, menelusuri akun @Opposite6890 netizen rata-rata menyakini apa yang dibongkar oleh akun tersebut mengandung unsur kebenaran. Apalagi jejak digital terbaca dan terekam dengan jelas dan mampu disajikan @Opposite6890 secara detail.

Netizen juga banyak menanggapi pernyataan Polri yang merespon temuan @Opposite6890 itu dengan mengatakan hoaks. Netizen umumnya meminta polri membuktikan dengan data-data valid jika memang apa yang dibongkar @Opposite6890 hoaks dengan menampilkan data-data yang valid, bukan dengan kata-kata hoaks saja. (idr)

Loading...