foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Ratusan surat suara rusak ditemukan selama proses pelipatan kertas suara di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam. Saat ini semua surat suara rusak masih disimpan sebelum diplenokan.

Ketua KPU Batam Syahrul Huda mengatakan memasuki minggu kedua, sebanyak 1.598.753 surat suara telah berhasil dilipat oleh pekerja. Semua surat suara yang terlipat terdiri dari DPR-RI, DPD, Calon Presiden dan wakil dan sekarang tengah dikerjakan pelipatan surat suara DPRD Batam.

”Total kerusakan mencapai 903 surat suara. Ini nanti akan disortir kembali setelah semua selesai dilipat,” kata dia, Selasa (12/3).


Syahrul mengatakan jumlah yang terlipat baru 50 persen dari total surat suara yang diterima KPU Batam yang jumlahnya mencapai tiga juta lebih surat suara.

Ia memperkirakan semua surat suara ini akan selesai dalam waktu satu minggu ke depan, sebelum diplenokan bersama penyelenggara Pemilu.

Saat pleno nanti, ia akan kembali memeriksa kertas suara yang sudah dinyatakan rusak sementara ini. Menurutnya detail kerusakan harus dibahas bersama penyelenggara.

”Iya nanti kami cek lagi. Mana tahu dari yang rusak tersebut ada yang bisa digunakan kembali,” ujarnya.

Setelah proses pelipatan pihaknya juga akan menggelar pleno terkait total pemilih yang masih dalam daftar tambahan dan pemilih khusus Senin 17 Maret mendatang.

”Sekarang prosesnya masih berjalan. Jadi, warga yang ingin pindah memilih masih bisa,” lanjutnya.

Sebelumnya KPU mencatat 650 ribu pemilih masuk dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan 2. Jumlah ini terus bertambah seiring masih ba-nyaknya warga yang belum terdata oleh KPU Batam. KPU menargetkan 75 persen untuk partisipasi pemilih tahun ini.

Kualitas Segel Dikeluhkan

Kualitas segel Pemilu 2019 yang akan digunakan pada Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April mendatang dipertanyakan kualitasnya. Pasalnya di wilayah pegunungan tengah Papua, ditemukan segel Pemilu yang mudah sobek serta rusak saat dilepas dan ditempelkan, sehingga tidak dapat digunakan.

Kualitas segel Pemilu yang kurang bagus tersebut tidak hanya ditemukan oleh KPU Nduga, namun KPU Jayawijaya dan KPU Yalimo juga menemukan segel Pemilu dengan kualitas yang kurang bagus.

Sekretaris KPU Nduga, Bliher Simanjuntak mengakui untuk masalah logistik surat suara yang akan digunakan pada Pemilu Serentak 2019 di Kabupaten Nduga sudah selesai dilipat. Dimana saat ini pihaknya sedang melakukan penyortiran untuk 5 distrik.

Namun sayangnya, pihaknya menemukan stiker atau segel Pemilu yang rusak dan tidak dapat digunakan.

“Stiker atau segel ini tidak bisa digunakan sehingga memang harus ditarik oleh KPU Provinsi Papua maupun KPU RI untuk diganti. Masalahnya ini rentan sekali, karena tidak bisa ditempelkan,” ungkap Simanjuntak saat ditemui di Sekretariat KPU nduga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Selasa (12/3).

Segel Pemilu yang kualitasnya jelek ini menurut Simanjuntak dikhawatirkan bisa menjadi celah atau ruang terjadinya konflik. Bahkan lebih parah lagi, KPU bisa dituding atau dicurigai apabila terjadi kerusakan pada segel Pemilu. Oleh sebab itu, pihaknya sudah menyampaikan ke KPU Papua terkait segel Pemilu yang kualitasnya kurang bagus tersebut.

“Kami sudah mendapat informasi jika semua stiker atau segel yang ada di KPU kabupaten dan kota di Papua akan ditarik dan diganti,” tuturnya.

Kondisi yang sama juga ditemukan di KPU Jayawijaya. Dimana segel Pemilu yang sudah diterima, sulit untuk dilepas dan bahkan sangat mudah sobek.

Sekretaris KPU Jayawijaya, Joy Bukorsyom juga mengakui menemukan segel Pemilu yang sangat rapuh sehingga tidak bisa digunakan.

“Memang kita sudah mulai melakukan pelipatan surat suara. Namun saat dilakukan pengecekan, kami temukan segel yang tidak bisa digunakan karena sangat rapuh. Ini beda dengan Pemilu sebelumnya,” ungkap Joy Bukorsyom saat ditemui di ruang kerjanya.

Kualitas segel Pemilu yang kurang baik juga ditemukan KPU Yalimo.(yui/jo/nat)

Loading...