
batampos.co.id – Sebanyak 314 atlet tenis meja memulai perjuangannya di ajang Kejuaraan Tenis Meja Kepri Internasional Open 2019, di Hi-Test Arena, Batam, Senin (11/3). Kejuaran yang akan berlangsung hingga 17 Maret ini, memperebutkan total hadiah Rp 600 juta.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Oegroseno mengatakan, turnamen yang diselenggarakan ini adalah agenda rutin tiap tahunnya. Turnamen ini juga dimaksudkan sebagai motivasi dalam pembinaan atlet tenis meja.
”Kepri Open adalah kejuaraan yang menjadi agenda resmi PTMSI Kepri. Dengan penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan bermunculan bibit-bibit atlet tingkat dunia,” jelas Oegroseno, Selasa (12/3).
Ia mengakui dalam lima tahun kepemimpinannya, belum ada atlet tenis meja Indonesia yang menembus panggung internasional.
”Melalui kejuaraan ini diharapkan bermunculan calon-calon juara dunia tenis meja. Terutama dari Kepri,” harapnya.
Menurutnya, Indonesia bisa berdiri sejajar dengan negara lain dalam hal tenis meja.
“Silakan bertanding dengan sportif, mudah mudahan dengan kehadiran atlet-atlet mancanegara akan memberikan motivasi dan membawa kebanggaan Indonesia di masa mendatang,” tuturnya.
Oegroseno mengatakan Kepri layak untuk menggelar kejuaraan-kejuaraan intenasional The International Table Tennis Federation (ITTF). Ke depan Kepri akan diusulkan untuk menggelar kejuaraan-kejuaraan tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga kejuaraan-kejuaraan internasional yang menjadi ka-lender ITTF.
Menurutnya, fasilitas yang dimiliki oleh Kepri sudah layak untuk menggelar kejuaraan tingkat dunia. Maka, tentunya nanti agenda-agenda kejuaraan dari PP PTMSI bisa diselenggarakan di Kepri.
Menurut Oegroseno saat ini program PP PTMSI adalah berusaha untuk melakukan regene-rasi atlet untuk pembinaan maksimal tenis meja di Indonesia. Pola pencarian melalui berbagai kejuaraan U-18 yang di-semarakkan oleh PP PTMSI.
Harapannya program yang dicanangkan PP PTMSI ini bisa berjalan maksimal dan mendapat dukungan dari pemerintah.
“Mohon doa restu agar Indonesia bisa melahirkan atlet-atlet tenis meja tingkat dunia. Karenanya diharapkan dalam berbagai kejuaraan, atlet junior mampu mengeluarkan kemampuan dan mendapatkan preatasi maksimal di masa mendatang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PTMSI Kepri Ruslan Kasbulatov mengatakan, kejuaraan ini diikuti atlet tenis meja dari tiga negara. Selain itu juga diikuti atlet-atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Persatuan Tenis Meja (PTM) dari berbagai daerah di Indonesia.
”Kepri sendiri menurunkan atlet dari PPLP Kepri dan PPLP Batam. Sementara untuk peserta mancanegara berasal dari Tiongkok, India, dan Malaysia,” terangnya.
Beberapa daerah di Indonesia mengirimkan wakilnya untuk berlaga di kejuaraan ini, di antaranya SKO Ragunan, PPLPD Jatim, Puslatda Jatim, PTM KONI Jateng, dan PTM Provinsi Gorontalo.
Kejuaraan ini mempertan-dingkan sembilan kategori, sedang yang dipertandingkan untuk hari pertama adalah penyisihan tunggal kadet putra, tunggal kadet putri, junior put-ra, dan junior putri.
Lima kategori lainnya yang diperlombakan adalah tunggal putra senior, tunggal putri senior, beregu putra senior, beregu putri senior, dan beregu putra veteran 95+.
”Beregu putra veteran 95+ ini maksudnya adalah jumlah usia gabungan peserta lebih dari 95 tahun, dengan ketentuan peserta minimal berusia 45 tahun,” jelas Ruslan lagi.
Sekretaris Daerah Kepri Arif Fadillah yang membuka langsung gelaran ini mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno untuk memberikan motivasi pembinaan tenis meja di Kepri. Selain itu ia juga memberikan apresiasi pada Ketua PTMSI Kepri yang telah konsisten dalam membina tenis meja di Kepri.
”Pemprov Kepri giat mendorong generasi muda untuk berprestasi dalam berbagai kegiatan. Generasi muda adalah aset masa depan di Kepri. Dan melalui olahraga, Kepri melahirkan ba-nyak generasi muda yang memiliki prestasi,” tuturnya.
Ia juga melihat melalui olahraga, banyak generasi muda yang telah berhasil mengharumkan nama Kepri di panggung nasional dan internasional.
Selain itu, melalui olahraga generasi muda akan terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif. Karenanya generasi muda harus selalu melalukan kegiatan positif, sehat, dan terus berprestasi.
Arif juga mengucapkan terima kasihnya pada peserta kejuaraan yang berasal dari mancane-gara. ”Terima kasih pada peserta mancanegara. Turnamen ini juga menjadi ajang silaturahmi dan motivasi bagi atlet tenis meja Indonesia,” katanya.
Ia berharap turnamen ini bisa menghasilkan bibit-bibit unggul dalam pembinaan tenis meja di Kepri. Pemprov Kepri akan berkomitmen untuk membina atlet tenis meja. (yan)
