
batampos.co.id – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam menggelar event bertajuk Lomba Jong Kota Batam 2019, di Pantai Tanjung Mak Dare, Nongsa, Rabu (13/3). Sebanyak 1.870 jong berlaga di event yang akan berlangsung selama tiga hari atau hingga Jumat (15/3) besok.
Kepala Dispora Kota Batam Hendriana Gustini mengatakan maksud event ini untuk mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Melayu.
“Terutama lomba jong yang diselenggarakan setiap datangnya musim angin utara,” terangnya.
Hendriana menyebutkan, permainan tradisional Melayu ini, sudah diselenggarakan masyarakat selama 18 tahun. Tapi bagi Dispora Batam, ini adalah tahun penyelenggaraan keempat dengan memperebutkan total hadiah Rp 61 juta. “Lomba Jong Kota Batam 2019 ini diikuti 55 klub dengan total 1.869 jong. Total jumlah peserta mencapai 825 peserta,” sebutnya.
Lomba Jong 2019 dibagi empat kategori. Yakni jong anak-anak, jong kecil, jong sedang, dan jong besar. Jong besar mencapai 584 jong, jong sedang mencapai 616 jong, dan jong kecil mencapai 569 jong.
“Peserta kategori jong anak-anak mencapai 100 jong. Di hari pertama digelar babak penyisihan semua kategori yang diperlombakan,” serunya.
Lomba Jong Kota Batam 2019 ini juga diikuti peserta dari berbagai wilayah di Sumatera
“Ada yang berasal dari Dumai, Pelalawan, Riau, juga dari kabupaten/kota di Kepri seperti Bintan dan Karimun,” urai nya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan lomba permainan tradisional Melayu ini, satu dari 124 event untuk menarik wisatawan yang digelar Pemko Batam di tahun 2019.
“Ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2018, yang hanya mencapai 69 event,” tuturnya.
Untuk tahun 2019, kata Rudi, Batam mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan pariwisata di Batam. Tahun ini, Batam ditargetkan 400 ribu kujungan wisatawan.
Rudi optimis target ini bisa tercapai mengingat jumlah kunjungan wisatawan tahun 2018 mencapai 320 ribu. Karenanya Pemko Batam meminta dukungan seluruh masyarakat agar target ini tercapai.
“Kami meningkatkan infrastruktur dengan harapan bisa menungkatkan investasi dan pariwisata. Jika infrastruktur hidup, pariwisata hidup, dan ekonomi Batam juga ikut hidup,” ujarnya.
Rudi juga meminta agar Pemilu 2019 bisa berjalan lancar dan aman. Sebab, gangguan keamanan akan berpengaruh pada program pembangunan investasi di masa mendatang.
“Batam tak boleh terjadi kerusuhan karena akan mengganggu pembangunan dan perekonomian. Juga akan mangganggu rencana masuknya investasi asing,” tegasnya.
“Jangan sampai investasi besar seperti Apple terganggu. Goncangan ini akan membuat investor asing membatalkan investasinya ke Batam,” sambungnya.
Menurut Rudi posisi strategis Batam membuat Apple tertarik untuk berinvestasi. Jika terlaksana maka akan bisa menampung 50 ribu tenaga kerja.
“Batam harus bangkit dari keterpurukan ekonomi” kata Rudi. (yan)
