batampos.co.id – Penumpang yang menggunakan jasa Bandara Internasional Hang Nadim Batam turun signifikan di Januari dan Februari 2019. Penurunan ini ditenggarai akibat minimnya minat masyarakat menggunakan jalur udara.
Penyebabnya, tingginya harga tiket untuk ke semua rute. Lalu penerapan bagasi berbayar. Dua faktor ini diyakini menjadi penyebab utama, penurunan jumlah penumpang di Hang Nadim.
Hal ini diamini oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.
“Yahh, salah satu faktornya itu,” katanya, Rabu (13/3).
Ia mengungkapkan di Januari 2018 penumpang yang datang, berangkat maupun transit di Hang Nadim sejumlah 508.556 orang. Namun di Januari 2019, jumlah penumpang tersebut turun.
“Penumpang di Januari, 389.492 orang. Turunnya itu sebanyak 119.094 orang,” ucap Suwarso.
Di Februari 2019, Suwarso mengaku juga terjadi penurunan. Februari 2018, terdapat sejumlah 453.033 orang, sedangkan di Februari 2019 sebanyak 314.474 orang.
“Di Februari itu makin turun. Penurunannya sebanyak 138.659 orang,” ungkap Suwarso.
Dari awal hingga 10 Maret, Suwarso mengatakan penumpang yang lalu lalang di Hang Nadim sebanyak 103.000 orang. Dan diprediksi jumlah penumpang di Hang Nadim sepanjang Maret kembali menurun, dibandingkan Maret tahun 2018.
“Penurunan ini akan terus terjadi, hingga awal April atau lebih. Karena hingga kini masyarakat masih terus memantau harga tiket,” tutur Suwarso.
Terkait harga tiket yang melambung, Suwarso mengaku tidak bisa berbuat banyak. Karena Bandara Internasional Hang Nadim tidak dapat mengintervensi atau meminta maskapai menurunkan harga tiket.
“Selain tiket, penurunan ini disebabkan juga dengan banyaknya rute serta kemudahan di transportasi jalur laut,” ujarnya.
Akibat turunnya jumlah penumpang di Hang Nadim, Suwarso mengatakan berdampak terhadap pendapatan di Hang Nadim. Ia mengatakan 60 persen pendapatan Hang Nadim bergantung dengan pessanger service charge (PSC) dari penumpang.
“Penumpang turun, pendapatan kami juga ikut turun,” katanya.
Suwarso menyebutkan penurunan penumpang ini, beriringan dengan dibatalkannya sejumlah penerbangan ke beberapa daerah. (ska)
