batampos.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam memperketat aturan pengurusan sesuai dengan ketentuan untuk menghindari praktik pungutan liar (Pungli). Permohonan saat ini lebih transparan dan bisa dicek langsung oleh masyarakat.

“Tidak ada pungli lagi di sini. Semua sudah zona integritas,” kata Kepala Kantor BPN Batam Askani usai menandatangani piagam Pencanangan Zona Intergritas bersama instansi terkait di Sekupang, Kamis (14/3).

Loading...

Ia menyebutkan saat ini warga yang ingin mengurus dokumen, bisa memantau dan mengetahui sejauh mana proses berkas yang diajukan. Semua permohonan berjalan sesuai dengan ketentuan. Mulai dari waktu hingga biaya yang dikeluarkan.

“Tidak ada lagi itu penyimpangan-penyimpangan, tidak ada lagi ucapan terima kasih. Masukkan saja berkasnya dan penuhi syaratnya, semua akan diproses,” tegasnya.

Setiap bulannya, kata Askani, BPN menerima sedikitnya enam ribu berkas permohonan. Menurutnya, pelayanan di loket sudah sangat maksimal hingga saat ini. Bahkan, lanjutnya, pengawasan lebih difokuskan di luar BPN.

“Kita tidak memungkiri ada pihak ketiga yang membantu pengurusan dokumen. Saat kami tanya mereka bilang bayar, padahal tidak ada. Mung-kin saja bayarnya melalui pihak ketiga yang membawa nama BPN. Makanya kami minta masyarakat juga cerdas untuk mengurus dokumen sendiri,” pintanya.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Kepri Asnawati mengatakan Batam merupakan percontohan pelayanan bebas pungli menuju wilayah bebas korupsi (WBK).

“Selama lima bulan bertugas saya belum terima laporan terkait pungli dan lainnya,” kata dia.

Ia berharap pelayanan publik ini benar-benar bebas dari pungli. “Ini tanggung jawab besar. Karena sudah dicanangkan ini menjadi hal yang harus dijalankan. Intinya tidak ada pungli dan korupsi di BPN,” tegasnya.

Tenaga Ahli dan Pengawasan Kementerian Agraria dan BPN Nini Marianti mengatakan pelayanan publik di BPN Batam akan menjadi contoh bagi daerah lainnya yang ada di Kepri. Untuk saat ini pelayanan di Batam merupakan yang terlengkap makanya menjadi percontohan.

“Kan masih ada enam kantor lainnya,” tambahnya.(yui)

Loading...