batampos.co.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium di wilayah Kota Batam, masih terus berlangsung hingga saat ini. Seperti di wilayah Batuaji dan Sagulung, Kamis (14/3), masyarakat masih kesulitan mendapatkan dua jenis BBM tersebut, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Menurut sejumlah pengendara, distribusi solar maupun premium yang tidak merata, memaksa masyarakat harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mendapatkan solar dan premium. Tak heran, pemandangan antrean panjang kerap terlihat di SPBU ketika punya stok dua jenis BBM itu, karena langsung diserbu masyarakat.

Loading...

Seperti di SPBU baru dekat Ruko Air Mas, Sagulung, atau depan Perumahan Puskopkar, Batuaji, kemarin siang. Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar mengular hingga keluar ke Jalan R Suprapto. Pasalnya, enam SPBU lainnya di wilayah ini tidak memiliki stok solar.

Demikian juga dengan persediaan premium. Distribusinya juga tidak merata di seluruh SPBU. Akibatnya, begitu SPBU mendapat pasokan dari Pertamina langsung diserbu. Ini kerap terjadi di SPBU Tanjunguncang dan Simpang Tobing. Antrean kendaraan sering meluber hingga ke bahu jalan demi mendapatkan premium.

Menurut seorang petugas SPBU di Batuaji, situasi ini sudah lama berlangsung dan susah diatasi. Diakuinya, ini terjadi karena pasokan BBM dari Pertamina tidak merata di seluruh SPBU dalam waktu yang bersamaan.

“Kalau kuota sebenarnya tak ada pengurangan. Masalahnya di jadwal pengantaran saja. Saat satu SPBU diantar SPBU lainnya sudah habis, sehingga masyarakat semua serbu ke SPBU yang ada stok. Jadi terkesan langka,” ujar petugas SPBU yang enggan namanya disebutkan, kemarin.

Hendro, warga Batuaji yang ditemui saat antre solar di SPBU depan Perumahan Puskopkar kemarin menuturkan, krisis solar dan premium yang terjadi selama ini terkesan disengajakan. Menurutnya, masyarakat secara tidak lang-sung dipaksakan membeli BBM nonsubsidi, seperti pertalite, pertamax, dan dexlite.

“Sudah mau setahun begini terus. Kalau pertalite, pertamax, dan dexlite tak pernah habis. Semua SPBU memiliki stok. Tapi kok premium dan solar saja yang jadi masalah. Sepertinya ada unsur kesengajaan agar masyarakat beli yang nonsubsidi,” kata Hendro.

Sesuai Permintaan SPBU

Sales Eksekutif BBM Pertamina Kepri Arwin Nugraha mengatakan, pengiriman BBM solar dan premium ke sejumlah SPBU dilakukan setiap hari. “Penyaluran tiap hari sesuai permintaan SPBU,” sebutnya.

Diakuinya, Pertamina akan melakukan pengiriman ketika ada permintaan dari SPBU. Biasanya H-1 SPBU akan memberikan informasi ke Pertamina untuk pengiriman, besoknya minta planing berapa banyak, setelah itu dilakukan pengiriman.

“Kami kirim dari depo BBM Kabil tiap hari,” kata Arwin lagi.

Disinggung masih adanya kelangkaan solar dan premium di sejumlah wilayah. Apakah karena suplai yang tidak merata, ia mengaku tak bisa menjawab. “Untuk statement bisa langsung ke tim Comrel (Community Relations) di Region (PT Pertamina-Marketing Operation Region/MOR I) ya,” katanya singkat. (eja/rng)

Loading...