batampos.co.id – Akses jalan menuju Desa Pian Tengah dan Mekar Jaya, kondisinya rusak parah dan sulit dilintasi. Masyarakat mendesak agar Pemkab Natuna melakukan upaya perbaikan mengingat akses jalan tersebut sangat dibutuhkan warga.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki membenarkan ruas jalan itu tidak memadai untuk dilewati kendaraan. Karena jalannya di daerah berbukit dan tebing terjal yang licin saat hujan.

Loading...

”Jalan ke sana perlu kewaspadaan tinggi terutama musim hujan. Karena jalan menanjak ke bukit dan terjal sangat licin,” ujar Marzuki, Rabu (13/3/2019).

Pemerintah juga harus memperhatikan beberapa jembatan penghubung yang masih terbuat dari kayu. Tidak jarang jembatan rusak ketika musim hujan, karena aliran sungai sering meluap dan merusak jembatan. Tentu kondisi tersebut dapat menyebabkan kerugian dan membahayakan.

Dikatakan Marzuki, Dinas PU Provinsi sebelumnya berencana akan membangun fisik jalan tersebut tahun ini. Namun, tidak direalisasi dengan alasan yang tidak jelas. Sehingga kegiatan tersebut batal dilaksanakan. Dia berharap 2020 dilaksanakan Pemprov Kepri.

“Provinsi harus adil dalam pembangunan. Termasuk jalan menuju Desa Piang Tengah dan Mekar Jaya ini adalah skala prioritas dalam pengembangan wilayah perbatasan,” ujarnya.

Jalan menuju Desa Pian Tengah dan Mekar Jaya panjangnya sekitar 1,7 kilometer yang dihubungkan tiga jembatan kayu. Saat ini masih sebatas pengerasan, sehingga banyak ditemukan lubang di badan jalan. Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan darat menuju dua desa. (*)

Loading...