batampos.co.id – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian tengah menggodok insentif spesial untuk Batam.

Tujuannya, mendukung pengembangan Batam sebagai distrik finansial atau offshore banking, nantinya Batam bisa menjadi tempat penyimpanan uang dari luar negeri.

Loading...

”Distrik finansial atau keuangan sangat tepat di Batam. Di luar negeri sangat banyak uang, tapi kita tidak siapkan penampungannya,” kata Asisten Deputi Moneter Kemenko Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi di Gedung BP Batam, Kamis (14/3) usai acara Forum Bisnis Peluang Investasi dan Jasa.

Mengenai insentif seperti apa yang tengah dipersiapkan, Edi mengatakan insentif tersebut dapat dimulai dengan membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) khusus distrik finansial. Sehingga insentif KEK seperti tax holiday, tax allowance, dan insentif lainnya yang bisa didapatkan investor.

”Sektor perbankan kita tidak memadai kalau semua uang luar masuk ke sini. Tapi kalau sebagai KEK, bisa,” paparnya.

Memang hingga saat ini, pemerintah belum kunjung merealisasikan baik dari segi regulasi maupun infrastruktur yang dapat mendukung pengembangan offshore banking.

”Batam sangat strategis untuk distrik finansial. Kajiannya sudah ada dan saya kira bank sentral tidak ada masalah. Kita bisa bersaing de-ngan negara lain, tapi harus ada inovasi untuk distrik finansial di sini,” ucapnya.

Selain distrik finansial, Edi menyebut dengan potensinya, sebanyak 12 sektor jasa dan 125 sub sektor jasa.

”Batam potensial untuk jasa medis, pendidikan, dan start up. Pariwisata juga bisa diintegrasikan karena ada banyak resort,” jelasnya.

Edy Putra Irawady, Kepala BP Batam

Sedangkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady menyampaikan BP Batam akan mengembangkan investasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi bagi sektor industri dan perekonomian.

Ada beberapa sektor yang akan dikembangkan di Batam yakni industri logistik, jasa keuangan, jasa kesehatan, jasa pendidikan, serta jasa pelayanan.

”Melalui forum ini diharapkan para pelaku usaha menge-tahui peluang dan kemudahan perizinan di Batam terutama di sektor industri dengan begitu harapannya Batam kembali sebagai penopang ekspor nasional,” ungkap Edy.

Menurut Edi, berdasarkan penelitian Bank Dunia ada 10 jasa yang berpotensi salah satunya jasa logistik. Investasi di sektor jasa memiliki nilai tambah yang tinggi.

”Daya tarik investasi di Batam akan meningkat sehingga terciptanya iklim investasi yang kondusif, serta mampu memberikan jaminan kepastian hukum di Batam bersaing dengan kondisi global saat ini,” ungkapnya.

”Apalagi dalam skema KEK nanti yang memiliki nilai tambah tinggi. Makanya saya pikir kita perlu pelabuhan sebagai hub utama agar semua barang di Indonesia melalui Batam,” paparnya.(leo)

Loading...