ilustrasi0

batampos.co.id – Kejuaraan tenis meja Kepri Internasional Open 2019 yang digelar Hi-Test Arena, untuk beberapa kategori sudah memasuki fase akhir, Kamis (14/3). Tiga kategori telah menyelesaikan pertandingan, yaitu kategori kadet putra, kadet putri, dan junior putri.

Dalam event yang dihelat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kepri bekerja sama Dispora Kepri ini, tampil sebagai juara kategori kadet putri adalah Wida dari klub Stoni.

Di babak final Wida berhasil mengalahkan Ana dari SKO Ragunan dengan skor 3-0. Sedangkan kadet putra, juara pertama diraih Tomi Sapta dari SKO Ragunan. Di babak final, Tomi menaklukan Hafid dari Sukun Kudus dengan skor 3-1.


Tomi berhasil melaju ke final usai mengalahkan Nael dari Stoni dengan skor 3-2. Sementara lawannya, Hafid melaju ke babak final usai menang atas Satrio dari SKO Ragunan dengan skor 3-0.

Untuk kategori junior putri, gelar juara pertama diraih Vita dari SKO Ragunan. Vita berhasil meraih peringkat pertama usai menang atas Ana juga dari SKO Ragunan dengan skor 3-0.

Di babak semifinal Vita menundukkan Ardelia dari klub Rajawali dengan skor 3-2. Sedang Ana melaju ke final dengan mengalahkan Syafira dari Sukun Kudus dengan skor 3-1.
Ketua panitia Hendrizon mengatakan, untuk kategori junior putra telah memasuki babak final.

”Semua pertandingan final kecuali kadet dan junior putri akan dilaksanakan pada Sabtu (16/3),” ujarnya kemarin.

Diakui Jon, dari hasil pertandingan Rabu (13/3), didominasi SKO Ragunan. Terutama di kategori putri. Sedangkan di pertandingan Kamis (14/3), berlangsung babak penyisihan senior putra dan putri, beregu putra dan putri senior.

Selanjutnya, hari ini, Jumat (15/3), kategori veteran 95 plus masih memasuki babak penyisihan. ”Pertandingan penyisihan beregu senior putra dan putri akan dilangsungkan hingga malam nanti (tadi malam, red),” sambungnya.

Terkait dengan kemampuan atlet Kepri, Jon mengatakan dibandingkan dengan daerah lainnya tidak lagi menunjukkan perbedaan mencolok. Artinya atlet tenis meja Kepri saat ini mulai menunjukkan tajinya.

”Atlet Kepri tidak lagi terpaut jauh kemampuannya dengan atlet daerah lain. Karena saat berlaga dengan atlet daerah lain, atlet-atlet Kepri kalah dengan selisih tipis. Ini menunjukkan kemampuan atlet Kepri tak bisa lagi dipandang remeh,” pujinya.

Jon berharap dengan banyaknya kejuaraan-kejuaraan tenis meja yang digelar di Kepri maka akan semakin meningkatkan kemampuan atlet Kepri. Selain itu juga dimaksudkan agar bibit-bibit atlet tenis meja kelas dunia akan tercipta.

”Fasilitas yang dimiliki oleh Indonesia untuk tingkat Asia Tenggara masih belum ditandingi oleh negara lain. Tentunya akan meningkatkan motivasi atlet untuk semakin meningkatkan prestasinya,” ucap Jon. (yan)

Loading...