foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Puluhan petugas sipir lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam ikut ujian kenaikan tingkat olahraga bela diri karate perguruan Funakoshi di halaman Lapas, Jumat (15/3).

Ada 80 peserta yang ikut ujian tersebut. Mereka adalah petugas baru yang sudah rutin mengikuti latihan selama lima bulan terakhir.

“Semua petugas di sini wajib latihan ilmu bela diri (Karate). Alhamdulilah, petugas yang masuk tahun lalu hari sudah bisa ikut ujian kenaikan tingkat,” ujar Kalapas Batam Surianto, kemarin.


Latihan bela diri ini kata Surianto, diwajibkan kepada semua petugas sipir di sana. Ini bertujuan untuk menjaga kesehatan para sipir serta juga untuk berjaga-jaga. Sipir yang bertugas mengamankan seribuan lebih narapidana dalam Lapas tanpa senjata api tentu butuh kemampuan ilmu bela diri sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Wajib itu. Kita tak bersenjata jadi ilmu bela diri harus ada. Terjadi hal yang tidak diinginkan setidaknya anggota punya sklill dan persiapan. Lagian ini latihan ini juga bagus kok untuk kesehatan,” tuturnya.

Sipir Lapas Batam total ada 152 orang dan ini belum ideal sebab warga binaan yang dijaga sebanyak 1.273 orang. Kekurangan petugas ini perlu kesiapan khusus agar situasi dalam lapas tetap terkendali dengan baik.

Selain mempersiapkan petugas dan memperketat pengamanan, petugas juga dituntut untuk mampu membuat penghuni lapas nyaman. Mereka punya sederet trik dan terobosan untuk selalu menjaga kemananan dan ketertiban dalam lingkungan lapas seperti; melibatkan warga binaan dalam berbagai kegiatan lapas dengan memasak, berkebun ataupun olahraga. Upaya-upaya ini berjalan sukses sejauh ini sebab jarang terjadi gejolak ataupun keributan dalam lapas. (eja)

Loading...