Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto mengekspos lima pelaku curanmor dan menunjukkan barang bukti motor saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Jumat (15/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung menangkap dua pasangan remaja karena terlibat dalam kasus pencurian kendaraan motor (curanmor). Keduanya Rfp dan pasangannya Mz, serta Ips dengan pasangannya Mc. Keempat pelaku yang masih di bawah umur dan putus sekolah itu sudah beraksi di 20 lokasi yang tersebar di wilayah Kota Batam.

Bersama dua pasangan remaja ini, polisi juga mengaman Zf, pemuda 21 tahun yang membeli satu unit sepeda motor hasil curian dari keempat pelaku. Zf dikenakan pasal penadah sebab membeli sepeda motor curian dari keempat pelaku tersebut.

Kapolsek Sagulung AKP Riyanto mengatakan, keempat pelaku curanmor berpasangan ini dibekuk berdasarkan laporan kehilangan sepeda motor yang masuk ke Polsek Sagulung pada Minggu (10/3) lalu. Dari laporan itu, polisi mendapat petunjuk dan kemudian melakukan penggerebekan ke tempat persembunyian keempat remaja itu di daerah Bengkong.


Dari tangan keempat pelaku mulanya polisi menemukan lima unit sepeda motor hasil curian yang dipergunakan oleh mereka. Selanjutnya satu unit lagi dari tangan Zf.

“Total BB (barang bukti) yang diamankan enam unit sepeda motor (empat Yamaha Mio, dua Suzuki Satria FU). Semua hasil curian itu,” sebutnya, Jumat (15/3/2019).

Riyanto menjelaskan hasil pengembangan sementara komplotan ini mengakui telah beraksi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar berbagai wilayah di Batam. Sepeda motor curian umumnya sudah dijual dengan harga murah, mulai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta perunit.

“Hasil curian ini ya dipergunakan untuk senang-senang. Mereka ini sudah tak sekolah lagi jadi, pergaulan sudah tak terkontrol. Kemana-mana mereka selalu berpasangan, termasuk untuk mencuri sepeda motor warga,” jelasnya.

Dalam melakukan aksi pencurian sepeda motor, kelompok ini memanfaatkan pasangan wanita masing-masing untuk memantau situasi di lokasi mereka beraksi. “Ceweknya yang mantau. Berpencar mereka (masing-masing pasangan). Kalau ada target dan dapat motornya baru ngumpul mereka untuk jual,” kata Riyanto.

Empat pelaku yang masih dibawa umur ini dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

“Mereka masih di bawah umur jadi proses hukumnya juga disesuaikan. Kami usahakan secepatnya proses karena anak di bawah umur tak bisa lama-lama,” terangnya.(eja)

Loading...