ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam tahun ini menyiapkan detail engineering design (DED), untuk peningkatan Puskesmas Kampung Jabi menjadi rumah sakit tahun 2020 mendatang.

“DEDnya sudah tahap lelang. Nanti Puskesmas tersebut akan dijadikan rumah sakit tipe D,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Sabtu (16/3).



Ia menyebutkan untuk menjadi rumah sakit tipe D, Puskesmas Jabi harus memiliki minimal 50 bed (tempat tidur, red). Saat ini baru ada sekitar 20 bed yang tersedia di puskesmas tersebut. Untuk itu, tahun ini mulai diajukan pembuatan DED agar ke depan bisa ditingkatkan.

“Nanti kalau sudah ada desain, kami usahakan minta bantuan dari pusat. Yang penting ada dulu desainya. Sebab mereka pasti tanya nantinya. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” ujarnya.

Menurut mantan Direktur RSUP Bintan ini, melihat kondisi masyarakat saat ini dibutuhkan minimal dua hingga tiga rumah sakit tipe D. Saat ini untuk rumah sakit pemerintah baru ada RSUD Embung Fatimah di Batuaji. Wali Kota menginginkan ada rumah sakit pemerintah lainnya di daerah Nongsa tersebut.

“Makanya kami usulkan Jabi untuk jadi rumah sakit tipe D,” imbuhnya.

Jika disetujui, sesuai dengan aturan, Pemko harus membangun puskesmas baru sebagai pengganti. Hal ini karena puskesmas yang lama ditingkatkan menjadi rumah sakit.

“Harus diganti. Jadi walaupun sudah ada rumah sakit. Puskesmas harus diganti dengan yang baru,” sebut Didi.

Lanjutnya, rumah sakit tipe D minimal memiliki pelayanan anak, kebidanan, bedah, penyakit dalam hingga labour. Minimal ada enam spesialis yang ada di rumah sakit tipe D tersebut. “Nanti kami akan usulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun depan,” ucap pria yang juga spesialis kandungan ini.

Ia berharap keberadaan rumah sakit kecil ini, bisa memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga terus mengusulkan pembangunan puskesmas. Tahun ini Dinkes berencana membangun satu unit puskesmas di Mentarau, Sekupang.

Pusat menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk pembangunan puskesmas yang ke 21 ini. Sebelumnya sebanyak 20 puskesmas telah melayani kesehatan warga Batam.

Didi menyebutkan Batam masih membutuhkan banyak puskesmas. Maksimalnya ada 40 lebih puskemas di Batam. Angka tersebut dihitung berdasarkan kemampuan ideal pelayanan puskesmas. “Jadi bertahap ini semua akan dipenuhi. Kalau bisa yang lama juga ada peningkatan terutama dari saran dan prasarana,” tutupnya. (yui)

Loading...