batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata menyebutkan sepanjang Januari 2019 wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Batam berjumlah 233.153 orang. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 115.551 wisman.

“Di Kepri, Batam tertinggi kenaikannya. Kalau untuk data Februari baru direkap di akhir Maret,” ujar Ardi, Jumat (15/3/2019).



Diakuinya, kenaikan ini tidak lepas dari pembangunan infrastuktur yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Adanya pelebaran jalan, taman sehingga mempermudah akses wisatawan.

“Ada beberapa wisatawan mengatakan ini daya tarik sendiri. Mereka senang karena tak macet lagi,” ucapnya.

Selain itu, mantan Kabag Humas Pemko Batam itu mengakui akses dari hotel ke mal dan pusat perbelanjaan sudah semakin bagus. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk berkunjung ke Batam.

“Fokus kami memang pariwisata. Mudah-mudahan ini terus berlanjut,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata

Ardi menambahkan, wisman yang berkunjung ke Batam pada Januari 2019 didominasi wisman berkebangsaan Singapura, yakni 146.705 orang. Di susul Malaysia 27.559 orang, India 8.012 orang, Tiongkok 6.455 orang, Filipina 4.530 orang, Korea Selatan 3.244 orang, serta Jepang 1.983 orang.

“Jadi, memang paling banyak masih dari Singapura dan Malaysia,” sebutnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri Andika menyebutkan, tingkat kunjungan wisman ke Batam selama Januari 2019 memang cukup tinggi. Hal ini dilihat dari tingkat hunian hotel pada 4 dan 5 Februari 2019 lalu yang mencapai 100 persen.

“Pada 4 dan 5 Februari ini tingkat hunian hotel di Batam full (penuh) oleh wisman,” kata Andika, Kamis (7/2).

Namun begitu, tingginya jumlah kunjungan wisman ke Batam di awal tahun berbanding terbalik dengan wisatawan domestik. Bahkan, Andika mengakui tingkat kunjungan wisata nusantara tahun ini paling rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Wisman cukup tinggi. Tapi untuk domestik, mati suri,” ucapnya.

Rendahnya tingkat kunjungan wisatawan domestik ini, lanjut Andika, tidak terlepas dari tingginya harga tiket pesawat saat ini. Ditambah lagi dengan mahalnya biaya bagasi pesawat terbang.

“Untuk domestik kita sangat terpukul. Semuanya wait and see. Mereka tidak mau bepergian dalam domestik. Kalaupun ada lewat Singapura,” terangnya.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Januari 2019 mencapai rata-rata 65,63 persen atau naik 7,33 poin dibanding TPK November 2018 sebesar 58,30 persen. Rata-rata menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang yakni 2,07 hari, naik 0,36 poin dibandingkan Desember 2018.

“TPK hotel berbintang di Kepri lebih tinggi 2,07 poin dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional, dimana rata-rata TPK Nasional sebesar 52,28 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Kepri, Zulkifli. (rng)

Loading...