batampos.co.id – Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) sedang dalam proses membawa pulang 23 dari 51 warga Malaysia yang ditahan di Suriah karena dugaan keterlibatan mereka dalam terorisme.

Divisi Anti-Teroris Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan, dari 23 orang warganya yang terlibat jaringan ISIS di Suriah, 11 orang di antaranya dewasa, sisanya anak-anak.

Loading...

”Semua dari mereka telah menghubungi keluarga masing-masing, yang kemudian, para keluarganya tersebut meminta bantuan PDRM untuk membawa mereka pulang,” ujar Ayob Khan kepada sejumlah wartawan di Kuala Lumpur, Sabtu (16/3/2019).

Dilansir dari Bernama, Ayob mengatakan, proses pemulangan ini, 23 warga-nya tersebut akan diinterogasi dan diberi konseling. Tentu saja, setelah mereka kembali ke Malaysia.

”Para pria akan ditangkap dan diinterogasi. Adapun para wanita dan anak-anak, itu akan tergantung pada kasus mereka. Apakah mereka turut pergi karena mengikuti suami atau niat mereka sendiri. Proses hukumnya berbeda nanti,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, selama proses interogasi nanti, para warganya yang sudah terpapar ISIS terseut, akan didampingi konselor, psikolog dan ustaz (guru agama Islam) untuk memberikan konseling, saran dan mengevaluasi mereka sehingga mereka tidak akan terlibat dalam terorisme lagi.

Pada proses membawa mereka pulang, Ayob Khan mengatakan, belum dapat diselesaikan karena masalah ini juga melibatkan diskusi dengan berbagai pihak.

”Ini melibatkan diskusi dengan banyak pihak di Suriah karena beberapa dari mereka ditahan di kamp Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, dan ada juga yang ditahan oleh pihak berwenang Suriah. Kami ingin menentukan di mana mere-ka berada, apakah di kamp PBB atau Al-Qaeda atau di tempat lain. Hanya dengan begitu kami dapat mengatur kepulangan mereka dan itu membutuhkan waktu lama,” tutupnya. (*)

Loading...