ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam tahun ini memulai tahap pelebaran jalan dari Tibancenter menuju arah Patamlestari. Jalan ini merupakan cikal bakal pembangunan ring road (jalan lingkar, red) yang menghubungkan Patamlestari ke Jodoh, Batuampar.

Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur mengatakan saat ini kepadatan arus lalu lintas sering terjadi di arah Sekupang menuju Nagoya. Untuk itu pelebaran perlu dilakukan untuk mengurai kemacetan.

Loading...

“Nanti dari Bank BNI ke dalam itu akan kami tingkatkan menjadi enam lajur,” kata dia, Sabtu (16/3).

Tahap pengerjaan sudah masuuk pengukuran lahan yang yang akan digunakan untuk pelebaran. Saat ini jalan baru memiliki dua jalur masing-masing satu lajur. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan camat terkait warga yang berjualan di pinggir jalan.

“Sekarang kan masih lelang. Nanti April baru mulai kerja. Pedagang di sana sudah paham jadi kami nanti tinggal kerja saja,” ujarnya.

Lanjut Yumasnur, pelebaran jalan tersebut merupakan tahap untuk pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Patamlestari ke Jodoh. jalur alternatif ini nanti bisa dimanfaatkan pengguna jalan dengan tujuan Batuampar. “Jadi bisa mengurai kemacetan yang saat ini terjadi terutama di jam sibuk atau kerja,” imbuhnya.

Selain jalan tersebut, pihaknya juga telah mengusulkan pelebaran jalan dari Sungaiharapan menuju Simpangjam. Yumasnur mengungkapkan jalan tersebut masuk dalam rencana yang akan dilebarkan tahun depan. “Kami sudah usulkan ke pusat. Saat ini ada beberapa meter yang bisa dimanfaatkan untuk pelebaran jalan,” tambahnya.

Ia menyebutkan bangunan juga jauh dari jalan. Seperti ruko yang ada di dekat jembatan penyebrangan orang (JPO) Tibanlama. Hal ini membuat ada lahan yang bisa digunakan untuk pelebaran.

“Nanti kalau jadi kami lebarkan akan ada taman jalan. Sesua arahan pimpinan 2025 jalan Batam semakin baik dan lebar,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Sekupang. Muhammad Arman mengatakan ada banyak bangunan yang terdampak dari pelebaran jalan. Menurutnya sosialslisasi sudah dilakukan beberapa kali.

“Seperti pencucian mobil itu. Mereka minta waktu membongkar sendiri hingga pengerjaan dimulai nanti,” sebutnya.

Arman menjelaskan pelebaran ini untuk mengantisipasi kemacetan terutama di jam padat atau waktu sibuk. Nanti pelebaran hingga Tiban Mentarau.

“Mungkin bisa jadi sampai belakang juga. Kan kemarin katanya ada rencana ring road juga,” ucapnya.

Beberapa pedangang buah juga sudah mulai memindahkan kios mereka. Tinggal menunggu bangunan permanen milik pedagang.

“Kan ada kanopi mereka juga yang terdampak. Jadi mereka suka rela bongkar sendiri,” ujarnya.

Pantaua Batam Pos di lapangan beberapa pedagang masih berjualan di jalan yang akan dilebarkan tersebut. Menurut Rosdiana, salah seorang pedagang makanan, informasi pelebaran sudah diterima, namun menunggu pengerjaan ia bersama pedagang lainnya masih berjualan.

“Tunggu kalau sudah ada pengerjaan kami baru pindah,” kata perempuan yang berjualan dengan gerobak makanan miliknya tersebut. (yui)

Loading...