Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Sampah yang dibuang masyarakat sebesar 900 ton setiap harinya. Di mana sampah paling banyak adalah sampah kertas 9,42 ton, sampah plastik 6,37 ton, sampah aluminium 2,4 ton, dan sampah kardus 12,8 ton. Pemko berharap agar bank sampah di masyarakat diaktifkan dan diperbanyak.

“Pemerintah tetap mendorong untuk mengembangkan bank sampah ini. Dan kepada bank sampah yang sudah ada untuk mengajak teman dan warga lainnya. Jangan hanya ambil untung sendiri,” kata Asisten Administrasi Umum Setdako Batam Zarefriadi, Sabtu (16/3)

Loading...

Menurut Zaref, keberadaan bank sampah ini sangat membantu mengurangi tumpukan sampah di Batam.

“Pemerintah mengapresiasi apa yang dilakukan warga. Karena sampah ini, kalau tak bisa dikelola atau diolah dengan baik, maka kota ini akan berubah jadi gunung sampah. Padahal kebijakan pemerintah untuk menjadikan sampah nol, atau zero waste,” ucap dia.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tetap sadar kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi saat ini sudah ada perda sampah yang mengatur tata cara pengelolaan sampah dan sanksi bagi setiap masyarakat yang membuang sampah.

Seperti halnya di daerah Bengkong. Banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Bahkan sering ditemukan ada tumpukan sampah di pinggir jalan. Misalnya di pinggir jalan baru Sungai Nayon Bengkong.Hal itu diduga karena belum adanya lahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Camat Bengkong M Tahir mengatakan, lahan TPS sampah yang dipinjamkan PT Harmoni Mas masih dalam tahap proses. Pihaknya tengah membuat jalan baru menuju lokasi TPS.

“Lokasinya itu hanya beberapa meter dari jalan, namun akses jalan tak mungkin pakai milik perusahaan itu.Jadi kami bikin akses jalan baru,” ujar Tahir.

Menurut dia, setelah pengerjaan jalan, lahan TPS itu bisa segera digunakan. Ia pun berharap tak ada lagi masyarakat yang buang sampah sembarangan atau yang di pinggir jalan.

“Sama-sama minta pengertian dari masyarakat. Janganlah buang sampah sembarangan. TPS kita sudah ada, walau hanya pinjaman,” imbuhnya.

Disisi lain, ia menjelaskan kebutuhan TPS sampah di Bengkong cukup darurat. Mengingat jumlah penduduk Kecamatan Bengkong cukup padat.

Paling tidak, Kecamatan Bengkong harus memiliki 32 TPS.

“Pernah beberapakali mengirim surat permintaan lahan ke BP (Badan Pengusahaan), namun belum ditanggapi, ” pungkasnya.(ian/rng/she)

Loading...