foto: batampos.co.id / ryan

batampos.co.id – Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan berhasil meraih gelar juara umum dalam kejuaraan tenis meja Kepri Internasional Open 2019, di Hi-Test Arena, Batam, yang berakhir Minggu (17/3).

SKO Ragunan sukses meraih tiga emas, dua perak, serta dua perunggu. Sedangkan peringkat kedua diraih Jasa Utama Capital yang meraih dua emas, serta peringkat ketiga disabet Puslatda Jawa Timur dengan meraih satu emas, dua perak, serta dua perunggu.

Loading...

Untuk kategori tunggal kadet putra juara pertama diraih Tomi Sapta dari SKO Ragunan. Sedang petingkat dua dirrebu Hafidh Nuur Annafi dari Sukun Kudus. Dan juara tiga diraih Fanael Nikola Niman dari Stoni dan Trio Bagus Handoko dari SKO Ragunan.

Peringkat pertama dalam kategori ini berhak membawa pulang medali, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Sedangkan peringkat dua mendapat Rp 11 juta, dan juara tiga bersama sebesar Rp 7 juta.

Di kategori tunggal kadet putri, peringkat pertama disabet Novida Wida Rahman dari stoni. Peringkat dua diraih oleh Anna Wahyuni Dunggio dari SKO Ragunan. Sedang peringkat tiga bersama diraih oleh Dwi Oktaviany Sugiarto dari SKO Ragunan dan Neha Nesia Ainus Sofa Aryeti Difa Aika dari Sukun Kudus.

Ketua Umum PP Persatuan Tenis Meja (PTMSI) Oegroseno menuturkan, apa yang dilakukan PTMSI Kepri menjadi contoh bagi PTMSI daerah lain untuk menggelar kejuaraan serupa.

”Konsistensi dan komitmen PTMSI Kepri patut diacungi jempol. Karena melalui event-event seperti ini, atlet tenis meja akan mendapat pengalaman baru untuk kemajuan mereka di masa mendatang,” ujarnya, Sabtu (16/3) malam.

Sementara itu, Ketua PTMSI Kepri Ruslan Kasbulatov mengaku senang event yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya ini bisa berjalan lancar.

”Event ini diikuti enam negara di Asia. Dan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 600 juta,” cetusnya.

”Ke depan event ini akan selalu digelar dan akan bertambah terus jumlah hadiahnya. Tahun depan akan ditingkatkan menjadi Rp 1 miliar,” seru Ruslan.

Dua menuturkan melalui kejuaraan-kejuaraan ini maka pengalaman dan kemampuan atlet tenis meja Kepri akan terasah. Menurutnya, saat ini kemampuan atlet tenis meja Kepri tidak lah terpaut jauh dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

”Bahkan atlet tenis meja Kepri bisa memberikan perlawanan keras pada atlet putri SKO Ragunan. Tentunya ini adalah bukti jika pembinaan tenis meja di Kepri mulai menunjukkan hasil. Beri saya satu setengah tahun, maka saya akan bawa atlet Kepri ke tingkat nasional,” tegasnya.

Selain itu, Ruslan juga mengatakan keberaniannya untuk menggelar kejuaraan internasional di Kepri bukanlah tanpa sebab.

”Coba jika kita yang berangkat melakukan uji coba ke negara lain. Berapa biaya yang harus kita keluarkan,” tuturnya.

”Tapi dengan menggelar kejuaraan di Kepri, banyak yang bisa kita dapatkan. Tak hanya menambah pengalaman dan mental bertanding atlet tenis meja kepri semata. Tetapi juga memberikan pemasukan pada PAD daerah,” urainya.

Sedang Gubernur Kepri yang menyempatkan hadir menyatakan Kepri layak menjadi barometer pembinaaan tenis meja di Indonesia. Menurutnya fasilitas yang dimiliki saat ini layak untuk membawa atlet Indonesia meraih prestasi ke jenjang internasional.

”Kepri harus menjadi salah satu tonggak dalam pembinaan tenis meja di Indonesia. Melihat kejuaraan ini, saya mengucapkan selamat pada PTMSI Kepri yang terus konsisten dalam menggelar turnamen bergengsi,” kata Nurdin.

Nurdin juga mengatakan melalui turnamen-turnamen ini akan tercipta atlet-atlet tenis meja berprestasi. ”Nanti akan semakin banyak atlet tenis meja yang bisa membawa nama Indonesia ke jenjang internasional,” imbuhnya. (yan)

Loading...