foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Batam menjadwalkan perekaman biometrik jemaah calon haji (JCH) dari Batam pada Sabtu (23/3/2019).

Kepala Seksi (Kasi) Pelaya-nan Haji dan Umrah Kankemenag Batam Amanuddin menjelaskan, JCH asal Batam akan dilakukan selama satu minggu mulai 23-30 Maret 2019 nanti. Jumlah JCH yang diperbolehkan melakukan perekaman biometrik seba-nyak 567 JCH.

”Itu yang sudah menyelesaikan tes kesehatan tahap pertama. Mereka dinyatakan sehat dan bisa berangkat ibadah haji bulan Juli mendatang,” ucapnya, Selasa (19/3).

Amanuddin menyebutkan, dalam satu hari sebanyak 50 JCH sudah dijadwalkan melakukan perekaman biometrik di Kantor VFS Tasheel ORC atau di samping Kantor Pos Indonesia, Lubukbaja.

”Khusus Sabtu nanti dijadwalkan 100 JCH. Semua sudah diatur biar tak bentrok sesama JCH. Satu minggu itu cukup menyelesaikan 567 perekaman biometrik JCH,” jelasnya.
Untuk perekaman biometrik ini, JCH cukup membawa paspor haji milik mereka. Selama perekaman, tidak ada biaya yang dikeluarkan atau gratis. Perekaman dimulai pukul 08.00-16.00 WIB.

”Jadi, mereka langsung datang ke sana saja. Kami juga telah koordinasi dengan pihak VFS Tasheel ORC Batam,” lanjutnya.

Ia menambahkan, selain perekaman, JCH juga sudah bisa melunasi sisa biaya haji pasca membayar setoran awal sebesar Rp 25 juta. Sesu-ai dengan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 8 Tahun 2019, total biaya haji Batam sebesar Rp 32.306.460.

Sementara itu, Petugas Biometrik VFS Tasheel ORC Batam, Nuraini Z mengatakan perekaman biometrik membutuhkan waktu paling lama 15 menit. JCH cukup membawa paspor mereka sebagai bukti untuk merekam. Biometrik ini dibutuhkan sebagai salah satu syarat diterbitkannya visa JCH nantinya.

Sistem perekaman ini juga langsung terhubung dengan Pemerintah Arab Saudi.

”Jadi data JCH langsung terkoneksi dengan sistem mereka,” sebutnya. (*)