foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Juru parkir (jukir) liar kembali marak beroperasi di sejumlah wilayah di Sagulung. Pantauan Batam Pos, Senin (18/3), jukir tanpa atribut seperti pakaian resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) dalam beberapa hari terakhir terlihat memungut uang parkir di pertokoan dan lokasi ATM. Tak heran, makin banyak masyarakat yang mulai kesal dengan kehadiran jukir liar tersebut.

”Seperti biasa, mereka tiba-tiba datang dan minta uang parkir. Jumlahnya memang tak banyak, tapi itu bikin kesal, karena mereka tak membantu kita saat parkir,” kata Arian, warga Sagulung Kota.



Menurutnya, retribusi parkir sebenarnya tak menjadi persoalan yang berat baginya. Hanya saja, harus sesuai de-ngan pelayanan yang diberikan oleh jukir.

Hal senada juga disampaikan Ade, warga Seipelunggut yang kesal dengan kehadiran jukir yang tiba-tiba datang. Bahkan hal itu membuatnya tidak nyaman sama sekali meski hanya mengeluarkan uang Rp 1.000 setiap kali parkir di sekitar ATM pertokoaan Seipelunggut.

“Harusnya pemerintah dapat memperbaiki pengelolaan parkir. Jangan cuma minta retribusi parkir saja,” katanya kesal.

Masyarakat berhak mendapatkan karcis setiap mendapat layanan parkir tepi jalan. Namun, hal ini kerap tidak dilakukan oleh juru parkir (jukir) di Batam. Warga pun berharap Dinas Perhubungan bisa me-ngawasi serta menertibkan jukir liar tersebut. (cr1/une)

Loading...