Senin, 6 April 2026

Pak Wali, Banyak Lubang Drainase Tak Berpenutup

Berita Terkait

Lubang drainase.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tak hanya di kawasan Nagoya dan Jodoh lubang drainase di area pejalan kaki banyak yang tak berpenutup, di kawasan terdekat dengan kantor Pemko Batam juga banyak lubang ”jebakan” di area pejalan kaki. Lubang-lubang itu menganga tanpa penutup.

Seperti terlihat pada Selasa (19/3) siang, ada empat lubang drainase tanpa penutup. Letaknya tak jauh dari tulisan Dataran Engku Putri, dekat Bundaran Badan Pengusahaan (BP) Batam. Masalah tersebut sangat membahayakan pengunjung, terutama anak-anak.
Aimin, warga Nongsa yang berkunjung ke Dataran Engku Putri sempat kaget saat melewati jalur itu. Sebab, saat itu ia membawa dua balita yang masih kecil. Karena merasa aman, ia membiarkan anaknya berlari di sepanjang jalan. Namun, tiba-tiba anaknya berhenti dan menunjuk ke lubang-lubang drainase tersebut.

“Kaget juga lihat lubang di sini. Padahal ini kawasan publik untuk keluarga. Lubangnya cukup banyak lagi,” ujar lelaki 50 tahun itu.

Menurut dia, pemerintah harus secepatnya menangani permasalahan tersebut. Sebab hal itu cukup membahayakan, apalagi malam hari dan untuk anak-anak. Terutama saat ada keramaian dan acara di sekitar Dataran Engku Putri.

“Kalau malam jalur di sini cukup gelap, kasihan nanti ada korbannya,” kata Aimin mengingatkan.

Kabag Humas Pemko Batam Efrius mengatakan, informasi tersebut telah ditindak-lanjuti dengan memberi pembatas di sekitar lubang. Bahkan, kata dia, dalam waktu dekat akan ada proses pergantian dari dinas terkait.

“Kemungkinan tutup itu diambil orang tak bertanggung jawab. Jadi, secepatnya akan diganti,” terang pria yang akrab disapa Feri ini.

Menurut dia, ke depannya akan ada pengawasan agar hal serupa tak terulang lagi. Akan ada patroli oleh Satpol PP yang berjaga di kawasan Engku Putri ataupun dari kecamatan.

“Selain dari dinas, juga akan pengawasan dan patroli dari Satpol PP. Pengawasan juga akan dilakukan di ruang terbuka hijau lainnya,” kata Feri.

Digondol Pencuri

Sementara itu, penutup lubang saluran Instalasi Pe-ngolahan Air Limbah (IPAL) milik BP Batam juga digondol pencuri. BP sudah kehilangan sekitar 50 unit dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Sudah sering hilang. Setiap hilang langsung diganti dan hilang lagi. Ini sangat membahayakan pengguna jalan, selain akan berdampak pada mampetnya saluran karena bisa tertutup sampah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana di Kantor BP Batam, Selasa (19/3).

Lokasi penutup lubang yang hilang selalu berada di tempat sepi. Contohnya di samping bekas lokasi Mymart dan Matahari lama. “Terus jalan di depan Kompleks Anggrek Mas 3,” sebutnya.

Pantauan Batam Pos, untuk menandai bahwa terdapat lubang di pinggir jalan di sekitar lokasi, BP menandainya dengan tumpukan kayu dan papan. “Supaya jangan sampai ada yang terperosok di sana. Kami juga meminta agar masyarakat berhati-hati,” katanya lagi.
Penutup lubang ini terbuat dari besi dan desainnya berasal dari Korea. Iyus sangat menyayangkan tindakan pencuri ini, pasalnya selain berbahaya bagi masyarakat, juga memperlambat progres pe-ngerjaan IPAL.

“Sebagai tindak lanjut untuk antisipasi jangka panjang nanti, kami akan membuat desain penutup lubang dengan menggunakan pe-ngunci bagian dalam,” ungkapnya. (she/leo)

Update