
batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam akan mengganti tanda tangan dengan barcode pada setiap kartu keluarga (KK) yang diterbitkan.
Kepala Disdukcapil Kota Batam Said Khaidar mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan peralatan untuk mendukung penerapan tanda tangan digital (TTD) atau barcode.
“Lagi kami siapkan. Nanti ada aplikasi yang khusus untuk mencetak barcode di KK milik warga,” lanjutnya, Selasa (19/3).
Pergantian tanda tangan menjadi barcode ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan. Said menyebutkan setiap hari sebanyak seribu hingga 1.500 KK harus ditanda tangani sebagai tanda legalitas atau keabsahan dokumen tersebut.
“Jadi, setiap hari hanya begitu yang bisa saya tanda tangan, padahal pengajuan lebih banyak dari itu. Makanya tanda tangan elektronik ini sangat dibutuhkan biar pelayanan semakin cepat,” bebernya.
Beberapa waktu lalu, ia juga telah menemui Dirjen Dukcapil terkait penerapan barcode di KK ini. Sebagian daerah sudah mulai melaksanakan TTD ini. Untuk Batam sendiri secepatnya akan segera diterapkan.
Menurutnya ada beberapa hal yang harus dibenahi seperti peningkatan sistem yang telah ada. Serta persiapan aplikasi untuk menerbitkan barcode. Ia berharap tidak ada pelayanan yang terhenti karena perubahan sistem ini.
“Barcode berisi data pejabat yang bertanggung jawab terhadap penerbitan KK tersebut. Jadi intinya memudahkan dan tahun ini akan kami terapkan,” lanjutnya.
Said menambahkan, selain penerapan TTD ini, sesuai dengan edaran Kementerian Dalam Negeri, seluruh daerah harus segera menerapkan Kartu Identitas Anak (KIA).
“Untuk Kepri baru satu yang menerbitkan KIA. Nah, kami juga sedang persiapan untuk KIA ini,” sebutnya.
Ia tidak memungkiri saat ini masih banyak dokumen kependudukan yang harus diselesaikan. Pengajuan e-KTP juga terus masuk dan dicetak dengan segera.
“Mudah-mudahan bisa terselesaikan dalam tahun ini. Karena yang belum dicetak jumlahnya juga tidak sedikit. Kami sudah berkoordinasi dengan pusat untuk permintaan blangko agar semua rampung,” tutup mantan camat Batuampar ini. (yui)
