ATB Peduli Pelestarian Lingkungan

Penggunaan sampah plastik saat ini jadi isu global. Keberadaannya dapat mengancam keberlangsungan ekosistem bumi. Satu jenis sampah plastik dapat terurai secara alami hingga 100 tahun. Sudahkah kita mengurangi penggunaan sampah plastik hari ini?

Sebagai perusahaan pelayanan dibidang air bersih, ATB juga concern pada pelestarian lingkungan. Perwakilan ATB bersama ratusan masyarakat yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, pelajar, perwakilan mahasiswa, perusahaan dan ormas, gotong royong bersama membersihkan sampah di kawasan pantai Tanjung Uma pada Minggu (17/3) lalu.

“Mewakili manajemen ATB kami ikut serta dan peduli dalam kegiatan ini, bersama masyarakat lainnya membersihkan sampah,” ujar Roni Hartawan, Manager QHSE & Lab ATB, saat aksi sosial bersih pantai sempena Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 Tingkat Kota Batam.

Roni menambahkan, kepedulian ATB ikut serta aksi sosial guna memberikan informasi kepada stakeholder akan partisipasi ATB dalam rangka memastikan pemeliharaan lingkungan hidup, terutama di lingkungan perusahaan maupun Kota Batam secara luas.

“Dengan semangat dan peduli dari semua karyawan terkait penangan sampah di Batam terutama sampah plastik, bisa lebih sadar pentingnya pengurangan penggunaan sampah plastik terutama di lingkungan perusahaan sehingga tercipta lingkungan yang sehat bersih dan aman,” ajak Roni

Gotong royong bersih pantai ini diselenggarakan oleh Pemko Batam sengaja memilih wilayah Tanjung Uma yang terdapat daratan yang menjorok ke laut untuk dibersihkan. Mengingat masih banyaknya sampah di lokasi tepat di seberang Harbour Bay itu.

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Herman Rozie ikut bersama mengumpulkan sampah dan memasukkan ke dalam plastik yang telah tersedia.

“Persoalan sampah ini harus mendapat perhatian dari semua pihak, untuk itu Pemko Batam menginisiasi kegiatan gotong royong ini. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat untuk peduli menjaga lingkungan dari sampah,” ucap Jefridin.

Aksi goro masal ini menurut Jefridin untuk membangun kesadaran bersama mewujudkan hidup bersih dan sehat. Karena masyarakat menjadi penentu utama untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

“Sampah jika dikelola dengan baik dapat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat,” ajaknya. (*)