batampos.co.id – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam mencatan sepanjang tahun 2019 ini, terdapat 90 titik kebakaran baik lahan maupun permukiman warga.

Kepala Damkar Batam, Azman mengatakan kebakaran paling banyak terjadi di Bulan Maret yang mencapai 40 titik kebakaran dan semua rata-rata merupakan kebakaran hutan.

“Mayoritas di bulan ini memang hutan. Kemarin ada yang di Kawasan Dam Muka Kuning, Baloi, Simpangjam dan ada juga yang di hutan Tanjungriau,” sebutnya.

Ia menjelaskan kondisi cuaca yang sangat panas menjadi faktor kebakaran selain kelalaian manusia. Kondisi hutan saat ini kering jadi api sangat cepat merambat.

Ia menyebutkan beberapa titik api bahkan sulit untuk dipadamkan karena lokasinya yang tidak bisa dijangkau mobil pemadam kebakaran. Untuk kondisi seperti ini petugas cukup mengawasi api agar tidak menjangkau permukiman warga.

“Seperti yang di hutan Baloi kemarin. Petugas berada di lapangan hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Armada tidak bisa masuk jadi cukup diawasi dan mengamankan lokasi yang terdekat dari khalayak ramai,” terang Azman.

Disinggung mengenai kesanggupan armada pemadam kebakaran, ia mengungkapkan hingga saat ini cukup untuk mengatasi titik kebakaran yang ada. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BP Batam dan Maggala Agni setiap ada kejadian kebakaran.

“Kalau diperlukan baru kita akan minta bantuan ke KLH. Namun sejauh ini belum ada rencana untuk mendatangkan helikopter lagi. Masih bisa kami atasi yang sekarang ini,” ungkapnya.

Ia tetap meminta kepada warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan terutama hutan. Saat ini sudah puluhan hektar terbakar akibat kelalaian manusia. “Jangan sembarang membakar lahan, buang puntung rokok atau melakukan tindakan yang menyebabkan kebakaran,” imbaunya. (yui)