Minggu, 19 April 2026

Dinkes Usulkan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam berencana mengusulkan, Puskesmas Seipanas untuk dijadikan rumah sakit khusus ibu dan anak. Hal ini dikatakan Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi, Kamis (21/3).

Ia menjelaskan kebutuhan rumah sakit ibu dan anak di Batam masih banyak. Saat ini belum ada rumah sakit pemerintah yang khusus menangani permasalahan ibu dan anak.

“Kalau swasta kan banyak. Jadi kami ingin ada rumah sakit pemerintah khusus untuk ibu dan anak,” kata dia.

Didi mengungkapkan keberadaan rumah sakit khusus ibu dan anak ini akan sangat membantu mereka pengguna layanan BPJS nantinya. “Ini salah satu upaya pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya berencana akan mengusulkan Puskesmas Seipanas untuk ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit tahun ini. Ia berharap rencana ini bisa mendapatkan respon yang baik sehingga bisa segera direalisasikan.

Didi menambahkan beberapa puskesmas memang diusulkan untuk menjadi rumah sakit seperti Puskesmas Kampung Jabi, Tanjunguncang dan Seipanas. Menurutnya kebutuhan rumah sakit tipe D masih sangat dibutuhkan untuk melayani 1.3 juta penduduk Batam.

Sebab selama ini banyak warga yang mengeluh jauhnya letak rumah sakit rujukan dari puskesmas. Penyebab lainnya adalah karena membeludaknya pasien rujukan puskesmas di rumah sakit. “Untuk itu perlu adanya rumah sakit yang dekat dengan permukiman warga, terutama yang padat penduduk,” jelasnya.

Berbagai persiapan tentu harus disiapkan sebelum meningkatkan status puskesmas tersebut. Jika nanti terealisasi, Didi berencana mengusulkan penambahan tenaga medis untuk ditempatkan di rumah sakit tersebut.

“Iya, kalau sudah deal kami akan tambah tenaga dokter. Tenaga kontrak pun tidak apa-apa. Kinerja mereka lebih bisa dipantau dan mudah di atur,” ungkapnya.

Tahun ini Dinkes juga akan menambah satu unit puskesmas di Mentarau, Sekupang. Pembangunan menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun ini sebesar Rp 5 miliar lebih. (yui)

Update