Sabtu, 11 April 2026

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Berganti

Berita Terkait

Fadjar Majardi yang menerima tongkat (kiri) berjabat tangan dengan Gusti Raizal Eka Putera.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tongkat kepemimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri resmi berganti. Sekarang Kepala BI Perwakilan Kepri dijabat oleh Fadjar Majardi yang menerima tongkat komando dari pimpinan sebelumnya, Gusti Raizal Eka Putera.

Serah terima jabatan disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Rosmaya Hadi. Ia mengatakan bahwa tugas Fadjar adalah membawa pertumbuhan ekonomi Kepri berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertumbuhan ekonomi di Kepri adalah jangan sampai dibawah nasional. Jadi baik itu pertumbuhan atau inflasi harus terjaga,” kata Rosmaya di Gedung BI Perwakilan Kepri, Jumat (22/3).

Saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional ada di kisaran lima persen. Maka target Fadjar adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi diatas level tersebut. Rosmaya mengatakan ada sejumlah sektor yang saat ini berperan penting dalam perekonomian Kepri, sehingga harus digarap demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

“Saya sampaikan persoalan current acount defisit (CAD) ditangani lewat sektor pariwisata. Kemudian sektor riil seperti UKM dikembangkan agar bisa berdagang dengan dunia luar,” katanya.

Sedangkan Gusti Raizal Eka Putera akan menempuh pendidikan baru untuk promosi jabatannya. “Pak Gusti disekolahkan lebih tinggi jabatannya. Sehingga nanti akan menjabat di Departemen Regional BI,” ucapnya.

Departemen Regional ini merupakan departemen di BI yang memiliki tugas supervisi seluruh kantor perwakilan BI di 46 provinsi di Indonesia.

“Pak Fadjar, tolong digerakkan di Bintan, Camp Vietnam juga Anambas. Silahkan didorong amenitas, aksesibilitas dan atraksinya,” pesan Rosmaya kepada Fadjar.

Diluar dari itu, BI Perwakilan Kepri juga dianggap telah sukses mengedarkan uang baru ke perbatasan lewat program BI Jangkau.

Sedangkan Kepala BI Perwakilan Kepri yang baru, Fadjar Majardi mengatakan tugas-tugasnya sudah ditetapkan, tapi ia perlu melihat dulu potensi-potensi yang dimiliki Kepri, khususnya di sektor pariwisata.

“Saya lihat dulu potensi-potensi yang bisa dilakukan mendorong ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Potensi pariwisata Kepri sangat besar karena lokasi geografisnya yang berdekatan dengan Singapura.”Karakter turis disini itu beda dari di Bali. Mereka bisa datang berulang-ulang. Makanya kita akan coba bagaimana caranya perpanjang waktu tinggalnya,” jelasnya.

Ia meyakini jika sektor pariwisata diangkat, maka pertumbuhan ekonomi akan ikut meningkat.

Sebelumnya, Fadjar sudah menjadi bagian dari BI selama 20 tahun. Ia lama berkarir di bagian analisis dan kebijakan moneter.”Dan mulai empat tahun lalu, terjun ke kantor perwakilan di Jakarta dan mulai berdeal dengan stakeholder, Pemda. Lebih banyak turun ke lapangan. Ini jadi modal untuk ke Kepri,” ucapnya.

Terpisah, Kepala BI Perwakilan Kepri sebelumnya, Gusti Raizal Eka Putera menyampaikan rasa terima kasih kepada media karena selama ini telah membantu BI dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Saya sudah lima tahun lima bulan di Kepri, makanya saya sudah jadi penduduk di Kepri. Mohon nanti tetap bisa komunikasi, silahkan kontak, whatsappa tau semacamnya. Saya juga akan beri masukan ke Kepri lewat Pak Fadjar. Silahkan teman-teman bantu ya,” jelasnya.

Ia berpesan kepada penerusnya agar hal-hal yang sudah berjalan baik agar diteruskan.”Dan tentu akan lebih baik lagi. Mohon didukung,” ucapnya.

Selama menjabat sebagai Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti sangat sangat konsen dengan persoalan pengembangan pariwisata dan UKM. Ia banyak mengadakan pelatihan bagi para pengusaha UKM mudah.

Selain itu, BI Perwakilan Kepri intens mengawasi pergerakan bahan komoditi di pasar. Bahkan ikut merumuskan program pertanian sayur-mayur dan peternakan ikan di pulau-pulau untuk mendukung kebutuhan pokok di Batam.

Kemudian ia juga turut menggagas program urban farming, dimana para pelajar dididik untuk bertani secara agroponik dengan memanfaatkan tempat-tempat yang sempit seperti di halaman rumah. Ia juga aktif membina nelayan lewat pendidikan inklusi mengenai keuangan. Dan terakhir, pengembangan gerakan nasional non tunai yang marak dikembangkan di Kepri. (leo)

Update