Dam Duriangkang.
foto: rani

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan ATB ternyata cukup gerah menghadapi persoalan eceng gondok yang banyak tumbuh di Dam Duriangkang. Eceng gondok merusak kualitas air baku di dam. Padahal saat ini, lima dam di Batam mengalami penyusutan akibat musim kemarau ditambah dengan penurunan kualitas air akan menimbulkan persoalan baru yakni persoalan lingkungan dan kesehatan.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan bahwa eceng gondok saat ini sudah memenuhi 180 hektar areal di Dam Duriangkang. “Tahun lalu kita kurangi sekitar 20 hektar. Dan sekarang sisanya masih menunggu alat pembersih yakni harvester untuk digunakan di rawa-rawa bersihkan eceng gondok,” katanya, Jumat (22/3).

Dalam pengadaan harvester ini, BP berkerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra IV dengan menggunakan dana Dam Operational Improvement and Safety Project (DOISP) dari World Bank.


Selain itu, Dam Duriangkang juga banyak tercemar limbah cair seperti dari air berkas mandi, cuci, dapur dan juga septic tank. Makanya BP akan memasang teknologi Ecotech Garden untuk menyerap polutan berbahaya tersebut.

Binsar menyebutkan, saat ini BP juga sedang membangun pengelolaan air limbah yang terpusat dari Daerah Batamcentre untuk menjaga air limbah tidak mencemari Waduk Duriangkang. Diharapkan selesai ditahun 2020 mendatang. Dengan kapasitas 230 l/dt 5 station pompa 114 km pipa dan 11 ribu sambungan rumah.

Selain itu pihaknya juga sudah membangun Sediment Trap Trash Rack (STTR) yang di pasang didepan Kepri Mall. Tujuannya adalah untuk filterisasi sampah dari air dan sedimen yang masuk ke Dam Duriangkang.

“Kedepan semua inlet yg masuk ke Waduk Duriangkang harus di pasang STTR. Contoh STTR yang sudah dipasang untuk menjaga kualitas dan mengurangi terjadinya sedimentasi waduk. Dan sudah dipasang di depan Kepri Mall satu unit. Sehingga kualitas air waduk akan lebih baik dan eceng gondok yang saat ini tumbuh banyak dapat berkurang,” jelas Binsar.

Terpisah, Humas ATB Batam, Iksa Wijanarko mengatakan, keberadaan eceng gondok sangat memperngaruhi kualitas air. Contohnya, eceng gondok ini menghisap air dalam jumlah besar dan mengurangi kadar oksigen dalam air. Sehingga berpotensi menjadi tempat tumbuhnya mikroorganisme yang merugikan. Kemudian eceng gondok yang mati akan tenggelam dan akan mendangkalkan dam.
.
“Akibatnya tentu akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas air baku yang akan diproduksi oleh ATB,” jelasnya kemarin.

Iksa menuturkan, bahwa lingkungan memang menjadi tanggung jawab bersama. ATB dalam hal ini secara berkala rutin melakukan penghijauan di sekitar waduk.

“Selain itu perlu ada tindakan untuk pembersihan eceng gondok, yang terpenting juga perlu di antisipasi penyebab tumbuhnya eveng gondok ini. Agar kualitas air di Dam Duriangkang bisa terjaga,” harap Iksa. (leo)

Loading...