Minggu, 5 April 2026

Tekan Stunting melalui Dokter Kecil

Berita Terkait

batampos.co.id – Stunting atau kondisi dimana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan menjadi lebih pendek dibanding anak lain seusia-nya, akhir-akhir ini menjadi sorotan di tingkat nasional. Begitu juga bagi Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Lingga.

Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, melakukan pelatihan bertujuan untuk menekan angka stunting kepada dokter kecil dan dan guru pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Pantai, Dabo Singkep, Kamis (21/3) yang diikuti sebanyak 35 peserta yang terdiri dari 26 peserta dokter kecil dan 9 guru pembina UKS.

Seluruh peserta diberikan pelatihan serta pemahaman terhadap stunting agar dapat memberikan penyuluhan atau mengingatkan warga lainnya agar terhindar dari stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga Wahyudi Eka Putra, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama anak-anak usia sekolah dan guru pembina UKS terkait gangguan pertumbuhan.

Selanjutnya, seluruh peserta dapat memberikan pengertian kepada masyarakat lainnya.

“Stunting ini ternyata merupakan dampak yang berkelanjutan dari kurang asupan gizi kronis, bahkan sejak anak berada di dalam kandungan,” ujar Wahyudi ketika ditemui Batam Pos di kantornya, Jumat (22/3) pagi.

Lebih lanjut Wahyudi menambahkan, perhatian status gizi seharusnya tidak hanya diperhatikan kepada bayi saja. Namun, tidak kalah pen-ting gizi bagi ibu hamil juga harus dicukupi dengan baik dan berkualitas. Begitu juga dengan nutrisi yang diperlukan ibu hamil.

Menurutnya, pemahaman seperti ini harus dipahami seluruh lapisan masyarkat sehingga tujuan untuk menekan angka stunting dapat berhasil dengan baik.

Selain masalah stunting, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan terutama dokter kecil juga diberikan pengertian terkait pentingnya kebersihan lingkungan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Pelatihan ini dikemas dengan santai dan menghibur sehingga peserta dapat menerima informasi dengan baik.

Sementara itu di lokasi yang sama, Kasi Promosi Kesehatan Juni Fitria menambahkan, pelatihan ini juga ditujukan supaya seluruh peserta dapat menjadi pelopor gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Bagi dokter kecil dapat menjadi pelopor Germas di lingku-ngan sekolah mereka, sehingga tingkat kesehatan anak usia belajar menjadi lebih baik lagi,” ujar Juni Fitria. (wsa)

Update