
batampos.co.id – Terkait tersebarnya kabar melalui pesan berantai seperti WhatsApp maupun media sosial lainnya yang mengatakan suhu bumi akan meningkat panas hingga 40 derajat celcius atau disebut fenomena equinox, dibantah Kasi Datin Stamet Hang Na-dim Batam Suratman.
Menurutnya, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan datangnya fenomena equinox, dimana suhu di bumi akan meningkat panas.
”Ini adalah fenomena biasa yang terjadi dua kali dalam setahun. Masyarakat tak perlu cemas. Kabar yang yang menyebutkan suhu di bumi, khususnya di Batam akan meningkat panas hingga 40 derajat celcius, itu tidak benar,” ujarnya, Sabtu (23/3/2019) siang.
Fenomena equinox sendiri, lanjut Suratman, adalah saat matahari melintasi garis kha-tulistiwa secara periodik sebanyak dua kali dalam setahun yakni Maret dan September. Fenomena tersebut telah dipantau sejak puluhan tahun lalu, dan tidak ada temuan atau bukti adanya peningkatan suhu secara drastis.
”Saat ini untuk di Batam, suhunya berkisar antara 32 hingga 33 derajat celcius. Panas yang terasa menyengat, disebabkan oleh tutupan awan yang kurang atau tipis. Masyarakat tak perlu khawatir dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Ini adalah fenomena biasa. Untuk informasi resminya terkait cuaca, bisa dilihat di laman BMKG,” katanya.
Equinox yang terjadi di bulan ini, lanjutnya, merupakan pertanda awal musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan. Sedangkan equinox yang terjadi di September nanti, merupakan pertanda awal musim gugur di belahan bumi utara dan musim semi di belahan bumi selatan. (ska)
